Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan

Kaki setiap manusia terus melangkah mengikuti putaran roda kehidupan. Suatu waktu kita berada di puncak, di saat yang lain kita berada di bawah. Tidak sedikit dari kaki-kaki tersebut tergelincir. Namun yakinlah bukan kaki setiap mukmin.

”Kenapa sih hidupku selalu penuh dengan kesusahan? Seakan tidak pernah ada kemudahan menjelang.” Yah… beginilah ungkapan-ungkapan setiap orang yang merasa sulit dalam menjalani hidup yang didera oleh beragam cobaan. Namun bagi jiwa-jiwa setiap mukmin tidaklah mungkin akan terlontar ungkapan semodel demikian, karena hatinya terus meyakini firman Allah,
“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)


Demikianlah Allah memberikan isyarat kepada hamba-hamba-Nya. Setiap ujian yang menempanya akan diikuti oleh kemudahan. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya sendiri. Ibnu Abbas mengatakan: “Kesulitan tidak akan (pernah) mengalahkan dua kemudahan.”

Hujan dan Pelangi
Masih ingatkan dengan masa-masa kanak-kanak kita? Masa penuh dengan bermain. Setiap harinya bahkan setiap saat diisi dengan bermain. Bermain di luar rumah menjadi lebih sering kecuali saat harus makan dan tidur barulah si anak kembali ke rumahnya. Juga saat hujan. Si anak harus menahan kesalnya karena waktu bermainnya direnggut dengan tetesan-tetesan hujan. Tapi siapa yang sangka, si anak akan terus menunggu dengan sabarnya hingga hujan reda, bukan untuk kembali bermain, melainkan untuk melihat lukisan alam yang sangat indah di langit. Pelangi. Si anak sangat tidak menyenangi hujan tapi si anak sangat menyenangi pelangi, lukisan yang tidak muncul kecuali hujan mendahuluinya.

Begitu pula dengan hidup dan masalah ini. Saat masalah menghampiri, merenggut senyuman di wajah, bahkan terkadang membuat kita kesal. Namun pelan tapi pasti akan ada solusi yang sangat mudah di akhir setiap ujian tersebut. Dan kemudahan tersebut tidak akan hadir tanpa ujian mendahuluinya.

Rasulullah bersabda,
“Dan sesungguhnya kelapangan bersamaan dengan kesulitan, dan sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Bukan Batu Sandungan
Kesalahan banyak orang, mereka tidak menyadari bahwa ujian yang hadir bukanlah batu sandungan melainkan tanda kasih sayang Allah kepadanya yang harus dilaluinya. Allah berfirman,
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘kami beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut : 2)
Telah menjadi sunnah-Nya dari ummat terdahulu hingga ummat sekarang, diturunkannya ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kesedihan, kesulitan dan kemudahan, kekayaan dan kefakiran, kekalahan terhadap musuh-musuh Islam di suatu saat dan lainnya. Tujuannya tak lain sebagai pembeda antara yang haq dan bathil, jujur dan dusta. Ujian untuk membuktikan kelayakan manusia yang memproklamirkan keimanan dalam dirinya.

Fajar Akan Segera Terbit
Jika malam kian larut, bulan semakin tenggelam dalam pembaringannya, ketahuilah bahwa fajar kan segera menyingsing, pagi akan segera menyapa setiap insan yang lelap dalam tidurnya. Kehidupan manusia pun demikian adanya. Jika masalah semakin terasa berat maka yakinlah jalan kemudahan akan segera terbit.

Ketika ia sabar dan mau memahami bahwa kesulitan yang dipikulnya merupakan bagian dari ketentuan Allah, dan tak berputus asa dalam menghadapinya, maka ia akan menjumpai pertolongan dan rahmat-Nya. Jadikan kesulitan demi kesulitan yang menimpa sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Sang Pencipta.

Ibnu Rajab menjelaskan rahasia kenapa kemudahan dating setelah kesulitan. Manakala kesulitan itu semakin dahsyat menimpa seorang hamba, hingga tidak menjadikannya lagi berharap banyak kepada bantuan manusia lainnya, akhirnya hatinya akan bergantung kepada-Nya, yang artinya akan mengembalikan dan mengikhlaskan segalanya kepada-Nya.

Ingatlah resep yang manjur untuk memperoleh jalan lapang dari kesulitan dan ujian adalah dengan sabar, berharap hanya kepada-Nya, membenarkan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung. Sebagaimana untaian syair Imam Syafi’i yang mengatakan:
Sabar yang baik, hal terdekat dengan kelapangan
Siapa menjaga (hak) Allah dalam berbagai perkara, bakal selamat
Siapa membenarkan Allah, tak akan menimpanya kesusahan
Siapa yang berharap kepadaNya, bakal ada harapan (jalan keluar)

Untuk itu saudaraku, apapun cobaan, kesulitan, ujian yang menimpa, yakinlah kemudahan dan jalan keluar pastilah datang. Jangan jadikan sebagai sandungan melainkan sebagai media untuk menebalkan iman dan ketakwaan hanya kepadaNya.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons