Dibalik Pengharaman Babi

Babi… hewan yang berasal dari daratan eursia ini kini banyak diternakkan di penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Tekstur daging dan rasanya yang nikmat membuat hewan satu ini banyak dicintai para penjelajah kuliner. Menurut sebagian orang yang telah memakannya, bahkan warga Eropa dan Amerika menjadikannya makanan pokok, mengatakan rasanya begitu mantap di lidah. Lantas apakah dengan rasanya yang dapat menggoyang lidah lantas kita dapat ikut-ikutan memakannya? Dalil-dalil yang meriwayatkan akan haramnya babi telah banyak diketahui oleh umat Islam bahkan non-Islam pun demikian. Allah berfirman dalam kitab-Nya,

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidk ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. [2] : 173)

Dari ayat di atas jelas bahwa daging babi hukumnya haram untuk dimakan. Bukan Cuma ayat di atas yang menjelaskan keharaman daging hewan berhidung leper ini. Firman Allah dalam ayat yang lain, seperti surah [3] : 5, surah [6] : 145, [16] : 115 pun menyatakan hal yang sama.

Hikayat akan Keharaman Babi
Suatu ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi perancis. Kemudian merek bertanya mengenai pengharaman babi dala Islam. Mereka berkata, “Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena mereka memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing-cacing pita, bakteri dan mikroba lainnya?”

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawabnya, kemudian dengan kecerdikannya beliau meminta kepada mereka untuk disediakan dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina, serta dua ekor babi jantan dan satu ekor babi betina.

Mereka kemudian memenuhi permintaan beliau. Kemudian sang Imam memerintahkan untuk mengurung dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina ke dalam satu kandang, dan yang terjadi kedua ayam jantan tersebut berkelahi dan saling membunuh untuk medapatkan betina untuk dirinya sendiri, hingga salah satunya mati. Beliau memerintahkan mengurung kedua ayam tersebut.

Kejadian ini sesuai dengan fitrah dan kodrat manusia sebagai ciptaan Allah.
Hal yang sama diberlakukan pada babi. Dan menariknya, kedua babi jantan tersebut tidak saling berkelahi untuk memperebutkan babi betina, justru yang dilakukan keduanya malah menyetubuhi babi betina beramai-ramai, bahkan terjadi hubungan homoseksual antara kedua babi jantan tersebut setelah bersama dengan babi betina. Hal inilah yang ditakutkan kepada umat Islam untuk ikut-ikutan jika memakan dagingnya.

Babi dalam Pandangan Sains
Banyak penyakit yang dapat ditimbulkan oleh hewan ini, antara lain Anthrax, Ascaris suum, Botulism, Brucella suis, Cryptosporidiosis, Entamoeba polecki, Erysipelothrix shusiopathiae, Flavobacterium group IIb-like bacteria, Influenza, Leptospirosis, Pasteurella aerogenes, dan masih banyak lagi…

Selain itu banyak konsumen yang mengeluh sering timbul bau pesing pada daging babi. Menurut penelitian ilmia, haltersebut disebaban karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging.

Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal. Secara struktur kimia, lemak punggung mudah mengalami oxidative rancidity sehingga strukturnya sudahtidak layak konsumsi. Daging babi pun sangat sulit dicerna, walaupun kelihatannya teksturnya lembut, enak dan lezat, tapi dagingnya dapat menyebabkan pengerasan pembuluh nadi, naiknya tekanan darah dan nyeri pada dada yang mencekam.

Bukan hanya itu, babi adala hewan yang kerakusannya tidak ada yang menandingi. Ia akan memakan semua yang ada dihadapannya. Jika perutnya telah penuh, maka ia akan memuntahkan makanannya tadi kemudian memakannya lagi, begini terus untuk memuaskan karakusannya. Bahkan ia memakan kotoran dihadapannya, entah kotoran manusia, kotoran hewan, bahkan kotorannya sendiri.

Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1986 di dua Negara, Cina dan Swedia, menyatakan bahwa Penyebab utama dari kanker anus dan kolon adalah babi”. Penelitian ini bahkan menyatakan bahwa peningkatan penderita kanker anus semakin pesat tiap tahunnya, terutama di Negara-negara yang mengkonsumsi babi, seperti di Eropa, Amerika, Cina dan India. Sedangkan di Negara-negara Islam sangat kecil, perbandingannya hingga 1/1000.

Dalam Islam telah diajarkan bahwa penyembelihan hewan harus dengan nama Allah dan disembelih pada leher hewan dan membiarkan organ lainnya tetap utuh. Ini dimaksudkan agar hewan mati karena kehabisan darah, sebab jika hewan mati karena kerusakan pada salah satu organ vitalnya maka hewan tersebut akan membiarkan darahnya begitu saja hingga menggumpal dan mati, akibatya darahnya tetap merembes dan mengotori daging. Dan tahukah anda bahwa babi tidak dapat disembelih lehernya? Karena anatomi awalnya yang tidak memiliki leher?

Peringatan buat Umat Islam
Penemuan-penemuan di atas hanyalah penambah dan pembuktian dari hukum Allah yang pada dasarnya mengharamkan babi. Ilmu sains yang telah dipaparkan sebelumnya hanya menjadi pelengkap saja. Sebagai umat Islam yang beriman maka sudah menjadikewajiban bagi kita untuk menghindari semua larangan Allah, termasuk dalam makanan.
Di luar dari alasan logis di atas bahwa babi tidak hanya meninggalkan penyakit bagi yang mengkonsumsinya, namun sekarang orang yang tiak pernah menyentuhnya pun ikut kena imbasnya. Ini membuktikan bahwa kita memang harus mengindari larangan Allah dan menjalankan perintah-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Semoga kita tetap istiqomah. Amiin…

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons