Bukanlah hamba yang pandai mensyukuri nikmat Allah
Bukanlah hamba dengan perangai yang tampan
Bukanlah hamba yang sanggup memimpin diri sendiri
Bagaimana tidak?
Telah menggunung dosa dan maksiatku
Telah banyak yang terluka atas nama dan perbuatanku
Ya Allah… hamba tidak tahu harus bagaimana lagi
Ketika pikiran ini menerawang atas bagaimana aku dulu
Tidak mengindahkan perintah-Mu malah bermaksiat kepada-Mu
Mata ini ku jajahkan di setiap wajah-wajah cantik makhluk-Mu
Ku gunakan kaki ini berjalan di atas jalan meyimpang dari koridor-Mu
Telinga ini tidak tersentuh kita mendengar panggilan-Mu
Tanganpun terzholimi atas semua tindakanku padanya
Entah berapa banyak korban dari setiap silat lisanku
Tetangga di sekelilingku tidak mendapatkan haknya dariku
Serasa hatiku tidak peka lagi pada kebaikan dan peringatan-Mu
Bagaimana mungkin aku bisa hidup tidak selayaknya manusia?
Namun aku juga belum sanggup untuk menghadap pada-Mu dengan lumuran dosa
Ya Allah… hati ini bingung ketika kembali ku buka lemabaran silam
Bagaimana mungkin hamba menggunakan semua kepunyaan-Mu untuk bermaksiat kepada-Mu?
Sementara mata, lisan, tangan, mereka bertasbih kepada-Mu setiap saatnya
Sementara mereka kelak akan menjadi saksi atas semua dosa-dosaku
Ya Allah…
Hamba tidak memahami makna hidup sejati
Setiap langkah adalah saksi bisu atas setiap jengkal dosaku
Mungkin telah menjadi bukit atau bahkan gunung yang aku sendiri tak sanggup mendakinya
Ya Allah…
Air mata tak sanggup ku tahan ketika mengingat apa setelah ini
Sungguh ku tak sanggup di tanah kuburku yang terus menghimpit dan menggelapkan aku
Sungguh ku tak sanggup menahan sakitnya pukulan cambuk dan palu malaikat-Mu
Sungguh ku tak sanggup menahan panasnya adzab-Mu kelak di atas kepalaku
Sungguh ku tak sanggup berkata apa-apa ketika mereka telah menjadi saksi atas-ku
Sungguh ku tak sanggup menerima buku catatan amalku melalui tangan kiriku
Sungguh ku tak sanggup merasakan panasnya neraka-Mu
Sungguh ku tak sanggup melewati itu semua
Ya Allah… Membayangi semua itu saja ku tak sanggup
Ya Allah…
Di setiap ku letakkan kening ini dalam sujud-sujudku pada-Mu kini
Di setiap tadahan kedua tanganku di keheningan malam menusuk
Semoga desahan nafas mampu memecah malam yang sunyi
Meskipun ku tahu tak sanggup ku jadikan air mata sebagai saksi
Dengan doa ini ku coba untuk mengetuk pintu-pintu taubat-Mu
Meskipun bukan untaian kata-kata yang indah
Ya Allah… sebelum Engkau mengutus dia
Sebelum tamu terakhir dari-Mu datang menjemput diriku
Ku bertaubat atas dosa-dosa silamku
Ya Allah… sebelum Engkau mengutus dia
Sebelum ku berpisah dengan makhluk-makhluk-Mu di dunia
Ku mohon ampunilah setiap titik dosa yang menghitamkan hatiku
Ya Allah… sebelum semuanya terlambat
Sebelum pintu taubat-Mu Engkau tutup rapat-rapat
Sebelum Engkau mengutus dia
Ku panjatkan permintaan ampunku pada-Mu
Ya Allah… Engkaulah dzat yang Maha Menerima Taubat
Ampunilah hamba karena hamba tak sanggup menghadap-Mu berlumuran dosa
Terimalah taubat hamba karena hamba tak sanggup bersamanya di neraka-Mu
Hamba tak sanggup hidup tanpa Hidayah dan Ridho-Mu
Ya Allah… Bukakanlah pintu taubat-Mu untuk hamba
Amien…


Kamis, Juli 01, 2010
Abu 'Abdillah
Posted in: 