Sang Idola Membuka Topeng

Tapi buka dulu topengmu,
buka dulu topengmu
Biar kulihat warnamu,
kan kulihat warnamu


Masih ingatkan dengan penggalan bait di atas? Yah… penggalan tersebut adalah penggalan lagu yang diciptakan dan dinyanyikan langsung oleh AP. Penyanyi asal bandung ini diidolakan oleh banyak gadis, terbukti beberapa perempuan berparas cantik sempat melabuhkan hatinya di pelabuhan cinta sang vokalis. Bahkan banyak pula pria yang mengungkapkan kekagumannya pada sosok pria tampan ini.

Belakangan ini, vokalis yang bernama lengkap NI ini menjadi artis yang paling santer diperbincangakan masyarakat. Tidak hanya di infotainment, melainkan di siaran-siaran berita TV swasta hingga di media cetak. Bagaimana tidak, kasus skandal video porno “mirip” dirinya dan dua artis cantik papan atas tanah air begitu meresahkan masyarakat. Berawal dari beredarnya dua video porno di dunia maya di mana pelakunya mirip dengan AP, LM, dan CT. Nama mereka kemudian kian melambung, namun bukan karena prestasi mereka di keartisan, melainkan karena perbuatan mereka yang melanggar norma-norma asusila. Siapa yang sangka dari melihat video hot tersebut kemudian melahirkan banyak permasalahan dan pertentangan di masyarakat. Siapa yang harus disalahkan?


Rentetan opini di permukaan kemudian muncul. Ada yang membela dengan alasan koleksi pribadi, tapi tidak sedikit yang mengecam bahkan mencekal tiga artis ini. Ada pula yang mengemukakan belum ada bukti yang jelas yang dapat menyudutkan mereka. Namun timbul pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Bagaimana mungkin dalam satu video terdapat dua orang yang mirip sekaligus? Sangat jarang terjadi. Dan jika memang bukan mereka pelakunya, mengapa mereka harus menghindar dan lari kejaran wartawan? Mengapa seakan ada yang disembunyikan? Jika itu benar koleksi pribadi dan disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab itu bukan berarti melepaskan mereka dari kesalahan, pasalnya CT telah terikat perkawinan dengan pria lain, sementara mereka bertiga tidak ada hubungan suami istri yang sah, sehingga perbuatan mereka adalah PERZINAHAN dan jelas ini dilarang dalam agama Islam, agama mereka dan agama kita…

Akibat yang Muncul
Siapa yang menyangka, peredaran video panas tersebut menimbulkan masalah yang tidak ada habisnya. Tidak hanya kepada para pelaku, namun imbasnya juga dirasakan masyarakat luas. Video mesum tersebut telah meresahkan dan menurunkan nilai moral anak bangsa. Banyak kasus perkosaan oleh laki-laki dewasa hingga remaja SMP yang korbannya adalah perempuan-permpuan tidak berdosa, tanpa terkecuali anak SD yang masih belum mengerti apa-apa. Setelah meminta keterangan mereka, semuanya beralasan melakukan hal tersebut setelah menonton video hot mantan vokalis band ini.

Warnet kemudian menjadi ramai pengunjung dan kasus Video AP ini menjadi pemberitaan yang paling banyak dicari oleh penikmat dunia maya. Wajar saja jika para orang tua khawatir jika anak-anak mereka mencari tahu, menonton hingga terjerumus untuk melakukan hal yang sama dengan sang idola mereka. Siapa yang harus disalahkan?

Skandal video ini betul-betul menyusutkan nilai-nilai moral penerus bangsa. Sungguh sangat disayangkan. Ditambah lagi adanya perseturuan antara para kuasa hukum “pelaku” dengan saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak yang berwajib. Terus terbawa arus. Juga perseturuan antara wartawan dan pihak-pihak yang bersama dengan “pemeran utama” video tersebut. Seakan masalah ini tidak ada habisnya.

Dunia telah membutakan hati mereka
Beginilah jika dunia telah membutakan mereka. Nyanyian “cengeng” yang sering dilagukan dari lisannya telah membentuk pribadi yang “cengeng” pula. Jauh dari nilai-nilai keislaman. Imam Asy-syafi’i (pernah) berkata, “Nyanyian merupakan perkara melalaikan yang dibenci, menyerupai kebathilan. Barangsiapa yang memperbanyaknya maka dia seorang yang bodoh, persaksiannya ditolak.”

Sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud juga berkata: “Nyanyian akan menumbuhkan kemunafikan di dalam hati.”

Harta yang melimpah dan ketenaran membawa ketiga pelaku di dalam video tersebut berada di atas angin, membutakan hati mereka, mana yang benar dan mana yang salah. Dan akhirnya Allah membuka aib mereka. Kesibukan dan kemaksiatan yang hampir tiap detiknya mereka lakukan membuat mereka semakin jauh dari sisi Allah. Na’udzubillah

Sanksi yang mereka terima
Satu pihak mengatakan LM menangis dan mengikhlaskan “fitnah” yang ditujukan pada dirinya. Sang “pemeran utama” dikabarkan kesehatannya menurun menghadapi masalah yang bertubu-tubi menghampirinya. Adanya penolakan dari masyarakat. Pemimpin di beberapa daerah –termasuk daerah asal artis itu sendiri- mencekal kedatangan mereka dalam mengisi acara di daerah bersangkutan. Cemohan. Bahkan rumah mereka sendiri desrbu amuk warga yang memprotes tindakan mereka.

Cahaya-cahaya keartisan mereka kian meredup. Banyak fans kemudian kecewa dengan perbuatan tidak senonoh mereka. Berbagai usaha mereka tersendak. Puluhan kontrak kerja mereka dibatalkan. Mata pencahariaan mereka hilang. Ironis memang. Namun apakah masyarakat yang salah? Tidak! Kita adalah masyarakat beragama, apalagi kita dan mereka adalah umat Islam yang jelas diharamkan perzinahan oleh Allah Azza Wa Jalla. Banyak yang menyayangkan mengapa mereka harus dikucilkan padahal kasus ini belum berakhir di meja hijau. Tapi… begitulah sejatinya bagi mereka para pelaku perbuatan melanggar norma-norma agama.

Benar yang telah diingatkan oleh para salaf untuk menjauhi kemaksiatan dan perbuatan dosa, sebab kemaksiatan dan perbuatan dosa akan memberikan pengaruh negatif pada pelakunya. Salah satunya akan menghalangi pelaku dari rezeki. Telah terbukti dari kasus di atas.

Di luar dari perbuatan zina mereka. Sejak awal sudah begitu banyak kebathilan-kebathilan yang diperbuat. Nyanyian dan musik yang dibawakan nya adalah sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama kita mengenai ini. Membuka dan mempertontonkan aurat yang seharusnya mereka jaga. Bersentuhan dengan bukan mahram. Pacaran. Hingga akhirnya mereka tak mampu untuk menahan diri dari perzinahan.

Sang Idola Sejati
Wahai kaum muslimin… wahai pemuda penerus dakwah ini… apakah pantas untuk kita menjadikan mereka idola? Menjadikan mereka yang dikagumi? Menjadikan mereka yang dirindu-rindukan? Tidakkah cukup peringatan Allah dan fakta-fakta yang terkuak untuk membuka hati dan mata kita?

Selasa, 22 Juni 2010, dini hari sang vokalis yang banyak diidolakan tersebut akhirnya menyerahkan diri ke Mabes Polri setelah majelis hakim menetapkan dirinya sebagai tersangka. Opini yang sebelumnya dia ucapkan untuk membela diri kini tidak berarti lagi. Sungguh dengan perbuatannya ini, ia telah membuka topeng wajahnya yang asli.

Nah… Apa yang bisa menjadikan kita untuk memuji-muji mereka? Sementara mereka sendiri telah menghinakan dirinya…

Sang Idola sejati ialah pada diri manusia yang paling mulia. Paling baik akhlaknya. Paling lembut perbuatannya. Paling indah perangainya. Mendamaikan hati tutur katanya. Dan yang paling dirindukan banyak manusia. Semuanya ada pada diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Penutup para nabi. Benar Firman Allah,
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik (bagimu).” (QS Al-Ahzab: 21)

Wahai saudaraku, bukalah hati kalian. Terimalah kebenaran Islam ini. Dunia hanyalah sementara dan akhirat adalah negeri yang akan kita tuju. Maka jangan bermalas-malasan. Tentu kita semua menginginkan kebahagiaan yang kekal. Merindukan kenikmatan yang ada di Syurga Allah. Namun mungkinkah kita mendapatkan itu jika kita penuh dengan maksiat dan dosa? Mungkinkah kita meraih itu semua jika kita salah dalam mengambil idola sebagai panutan hidup kita? Tidak wahai saudaraku… Tidak… Wallahu a’lam…

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons