Pandai-pandailah Memilih Pesan

Seorang berpakaian cow boy duduk di atas kursi kayu itu. Sebatang ‘cerutu’ nagkring di bibirnya dengan penuh keangkuhan. Para pembaca segera paham bahwa sang tokoh adalah seorang bandit. Demikian promosi media massa barat pasca perang dunia I untuk menyudutkan ‘cerutu’. Efektif. Masyarakat telah punya gambaran bahwa cerutu identik dengan kejahatan dan kekumuhan. Tentu saja industri cerutu tidak mau diam. Upaya untuk mengubah opini tersebut gencar dilakukan. Berbekal dana yang tidak sedikit, iklan untuk menaikkan pamor cerutu digelar. Para kameramen dan kuli tinta diiming-imingkan uang yang banyak jika mampu menghasilkan foto-foto berkesan yang menampilkan orang sedang mengisap cerutu. Foto para masyarakat tiba-tiba muncul di surat kabar dengan cerutu berkelas di tangan. Berbagai momen penting tak terlewatkan dari foto orang mengisap cerutu. Berita-berita terkait soal cerutu walau sekecil apapun diekspos oleh banyak media. Dalam waktu relative singkat cerutu yang merupakan barang haram menjadi barang yang ‘wah’ dan elit, tak lagi identik dengan para bandit. Media massa dengan mudah mengubah opini masyarakat. Dengan menempatkan sedikit foto yang bermuatan ‘pesan’ masyarakat telah mendapatkan kesan. Umat Islam tentu harus dalam menangkap pesan yang dibawakan oleh media cetak maupun media elektronik yang ada, terlebih media yang sejak semula tidak punya keberpihakan terhadap umat. Agar tak mudah terpengaruh apalagi berburuk sangka kepada ajaran Islam atau umat Islam yang lain.

Cobalah asah kepakaan diri ketika misalnya sebuah media cetak terkenal di negeri ini menampilkan foto pegawai pemda yang bolos kerja. Tampak jelas gambar yang diambil, seorang ibu berjilbab turut terjaring operasi karena membolos. Apa kesan yang bisa pembaca ambil? Atau bagaimana yang tergambar di benak masyarakat jika foto para pelaku teror sebagiannya adalah pria berjenggot, bercelana di atas mata kaki, terlihat rajin shalat, dan istrinya bercadar?

Kesalahan tetaplah sebuah kesalahan. Membolos kerja merupakan kesalahan yang memang harus disikapi. Namun apa jadinya ketika yang terekspos adalah pegawai wanita berjilbab?

Begitupun dengan pelaku teror. Gamabaran di benak masyarakat akan melekat pada jenggot, celana di atas mata kaki, dan cadar. Sebagian besar menganggap bahwa jenggot dan cadar adalah label teroris. Padahal apa salahnya jenggot? Apa salahnya cadar dan pakaian islami? Padal keduanya adalah sunnah Rasulullah. Mampukah sehelai dari jenggot dan selembar kain cdar di wajah seorang muslimah membunuh ratusan orang? Bahkan seekor nyamukpun tidak mampu. Tapi begitulah anggapan yang berkembang di msayarakat. Sunnah Rasulullah menjadi asing bahkan identik dengan kejahatan.

Seorang yang telah memproklamirkan keimanan di dalam hatinya seharusnya pandai-pandai dalam menilai dan mengambil kesan dalam setiap pesan yang ditayangkan dalam berbagai media. Apalagi media massa internasional yang jelas nyata dikuasai oleh bangsa yang menyatakan secara terang-terangan permusuhannya terhadap Islam.

Contoh kasus yang baru terjadi bahkan sebenarnya telah berlangsung berpuluh-puluh tahun silam. Saudara kita di Palestina sana disiksa, dibantai, dan dipenjarakan di tanah kelahiran mereka sendiri. Bangsa Yahudi yang Allah telah murkai memporak-porandakan negeri mereka. Mencaplok setiap jengkal tanah mereka. Sementara berita yang di media massa seolah berbanding terbalik dengan kenyataannya. Begitu juga dengan saudara kita di Afghanistan, Lebanon, dan Iraq. Mereka dijajah sementara sedikit dari kita yang mengetahui dan memperdulikannya. Kenapa? Karena kita tersihir oleh berita yang sampai pada kita melalui media ‘senjata’ mereka sendiri, dengan dalih misi perdamaian dunia mereka justru menjajah negeri kaum muslimin, sementara kita malah berprasangka buruk pada mereka.

Pandai-pandailah memilih pesan.

Palestina Menantimu...

Hari ini kembali Allah member rezeki untuk kita
Makan hingga perut terasa kenyang
Tidur di atas kasur yang empuk
Berkumpul bersua bersama keluarga tercinta
Aba, Ummi, Kakak dan Adik di sisi kita semua
Tapi tidak untuk mereka…

Apa yang salah dengan diri mereka?
Anak-anak tidak lagi merasakan pelukan hangat orang tuanya
Ayah dan Ibu tidak mampu memberikan anaknya sesuap nasi
Bahkan tidur beralaskan bumi berselimutkan langit
Yah… mereka diasingkan di negeri mereka sendiri
Tersiksa di tanah kelahiran sendiri
Tertekan… sungguh betul-betul tertekan di penjara terbuka
Bernama Gaza…
Apa yang salah dengan diri mereka?
Wajah mereka penuh dengan tetesan darah
Luka bakar tanda kekejaman di sekujur tubuh
Mereka lapar
Mereka tersiksa
Mereka butuh kehidupan yang layak
Mereka juga hamba Allah sama seperti kita

Kawan… bukankah kita dan mereka sama?
Bukankah mereka saudara kita dan kita saudara mereka?
Bukankah kita dan mereka bersaksi Laa ilaha illallah?
Bukankah kita dan mereka satu tubuh?
Sakitnya adalah sakit kita, duka mereka adalah duka kita
Derita mereka adalah derita kita
Tapi… apa yang telah kita berikan untuk mereka?
Untuk memerdekakan di negeri mereka sendiri?

Kawan… sampai kapan kalian memalingkan wajah?
Sampai kapan kalian berpura-pura tidak tahu?
Sampai kapan kalian mau cuek dengan keadaan mereka?
Sampai kapan kawan?
Tapi mereka tidak bersedih, mereka tidak berputus asa atas sikap kalian
Mereka yakin Allah bersama mereka

Di manakah kalian wahai pemuda kahfi?
Di manakah kalian wahai pemberani berjiwa Musa?
Di manakah kalian pemuda cerdas secerdas Ibrahim?
Di manakah kalian ummat Muhammad yang tegar?
Di manakah jiwa-jiwa pasukan badar berani?
Di manakah singa-singa Allah?
Medan jihad memanggilmu
Palestina menantimu…

Sabar yang Nikmat

Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.

Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya menejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.
Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya di atas ranjangnya. Dr.Khalid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanalloh, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.

”Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat-sehat saja. Saya berdo’a kepada Alloh Subhanahu wata’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk do’amu. Sesunggunya saudaraku mungikn saat iniAlloh tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Alloh menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”

Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimana mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.

Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Shallallohu A’laihi Wassallam : ” Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)

Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Pemuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepadaAlloh untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bagi Alloh, aku bersyukur. Namun, apabila Alloh tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Alloh Maha Tau yang terbaik untukku.

Allohu Akbar, betapa kalimat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh program magisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”
Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senang sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur kepada ALLAH Subhanahu Wata’ala.

Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanalloh ” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.

Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupkan kembali menjadi manusia yang utuh.

Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hadapannya membuatnya terpanah.Ia tak mampu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallohi (DemiAlloh -red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar bugar. Allohu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.

Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Alloh berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.

Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid.

Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanalloh, ia telah menjadi seorang mayor!

Dr.Khalid kembali meneteskan air matanya. Ia berdo’a kepada Alloh agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Alloh Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.
Semoga dengan kisah yang sarat hikmah ini member kita manfaat.
(Ummu Faros, dari penjagaan Alloh kepada hamba-hambaNya yang shalih; Khalid Abu Shalih )
[Sumber: Majalah Elfata, Volume 07 2007, Kasih sayang di Bulan Suro.]

Ya Rasulullah...

Alangkah riangnya hati ini
Andai dapat ku bersua dengannya
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku tatap wajahnya
Alangkah bahagianya jiwa ini
Andai dapat ku jabat tangannya
Alangkah rindunya perasaan ini
Andai pernah ku berjumpa dengannya

Hanya namanya yang sering terngiang
Hanya cerita hidupnya yang dikabarkan
Ya… Rasulullah…
Walau tak pernah kita bertemu
Namamu telah menyematkan cinta di hati ini
Walau wajahmu tak pernah ku lihat
Cerita tentangmu membuat hati ini rindu
Walau hanya dapat menyebut namamu
Gigi geraham ini akan menggigit sunnahmu dengan kuat
Kan ku rapatkan kepalku menggenggamnya
Kan ku bawa sampai kaki masuk ke liang lahat
Aku berjanji…

Ya… Rasulullah…
Walau ku tak pernah bersua denganmu
Aku betul-betul rindu padamu
Di saat ku letakkan kening dalam setiap sujudku
Kan ku panjatkan doa kepada Sang Pencipta
Di setiap tadahan kedua tanganku
Ku sampaikan harapan kepada Sang Pengabul Doa
“Ya Allah… pertemukanlah aku bersama Rasul-Mu
Perkumpulkanlah kami kelak di syurga-Mu
Dekatkanlah kami di bawah naungan Rahmat-Mu.”
Amien…

Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan

Kaki setiap manusia terus melangkah mengikuti putaran roda kehidupan. Suatu waktu kita berada di puncak, di saat yang lain kita berada di bawah. Tidak sedikit dari kaki-kaki tersebut tergelincir. Namun yakinlah bukan kaki setiap mukmin.

”Kenapa sih hidupku selalu penuh dengan kesusahan? Seakan tidak pernah ada kemudahan menjelang.” Yah… beginilah ungkapan-ungkapan setiap orang yang merasa sulit dalam menjalani hidup yang didera oleh beragam cobaan. Namun bagi jiwa-jiwa setiap mukmin tidaklah mungkin akan terlontar ungkapan semodel demikian, karena hatinya terus meyakini firman Allah,
“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)


Demikianlah Allah memberikan isyarat kepada hamba-hamba-Nya. Setiap ujian yang menempanya akan diikuti oleh kemudahan. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya sendiri. Ibnu Abbas mengatakan: “Kesulitan tidak akan (pernah) mengalahkan dua kemudahan.”

Hujan dan Pelangi
Masih ingatkan dengan masa-masa kanak-kanak kita? Masa penuh dengan bermain. Setiap harinya bahkan setiap saat diisi dengan bermain. Bermain di luar rumah menjadi lebih sering kecuali saat harus makan dan tidur barulah si anak kembali ke rumahnya. Juga saat hujan. Si anak harus menahan kesalnya karena waktu bermainnya direnggut dengan tetesan-tetesan hujan. Tapi siapa yang sangka, si anak akan terus menunggu dengan sabarnya hingga hujan reda, bukan untuk kembali bermain, melainkan untuk melihat lukisan alam yang sangat indah di langit. Pelangi. Si anak sangat tidak menyenangi hujan tapi si anak sangat menyenangi pelangi, lukisan yang tidak muncul kecuali hujan mendahuluinya.

Begitu pula dengan hidup dan masalah ini. Saat masalah menghampiri, merenggut senyuman di wajah, bahkan terkadang membuat kita kesal. Namun pelan tapi pasti akan ada solusi yang sangat mudah di akhir setiap ujian tersebut. Dan kemudahan tersebut tidak akan hadir tanpa ujian mendahuluinya.

Rasulullah bersabda,
“Dan sesungguhnya kelapangan bersamaan dengan kesulitan, dan sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Bukan Batu Sandungan
Kesalahan banyak orang, mereka tidak menyadari bahwa ujian yang hadir bukanlah batu sandungan melainkan tanda kasih sayang Allah kepadanya yang harus dilaluinya. Allah berfirman,
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘kami beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut : 2)
Telah menjadi sunnah-Nya dari ummat terdahulu hingga ummat sekarang, diturunkannya ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kesedihan, kesulitan dan kemudahan, kekayaan dan kefakiran, kekalahan terhadap musuh-musuh Islam di suatu saat dan lainnya. Tujuannya tak lain sebagai pembeda antara yang haq dan bathil, jujur dan dusta. Ujian untuk membuktikan kelayakan manusia yang memproklamirkan keimanan dalam dirinya.

Fajar Akan Segera Terbit
Jika malam kian larut, bulan semakin tenggelam dalam pembaringannya, ketahuilah bahwa fajar kan segera menyingsing, pagi akan segera menyapa setiap insan yang lelap dalam tidurnya. Kehidupan manusia pun demikian adanya. Jika masalah semakin terasa berat maka yakinlah jalan kemudahan akan segera terbit.

Ketika ia sabar dan mau memahami bahwa kesulitan yang dipikulnya merupakan bagian dari ketentuan Allah, dan tak berputus asa dalam menghadapinya, maka ia akan menjumpai pertolongan dan rahmat-Nya. Jadikan kesulitan demi kesulitan yang menimpa sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Sang Pencipta.

Ibnu Rajab menjelaskan rahasia kenapa kemudahan dating setelah kesulitan. Manakala kesulitan itu semakin dahsyat menimpa seorang hamba, hingga tidak menjadikannya lagi berharap banyak kepada bantuan manusia lainnya, akhirnya hatinya akan bergantung kepada-Nya, yang artinya akan mengembalikan dan mengikhlaskan segalanya kepada-Nya.

Ingatlah resep yang manjur untuk memperoleh jalan lapang dari kesulitan dan ujian adalah dengan sabar, berharap hanya kepada-Nya, membenarkan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung. Sebagaimana untaian syair Imam Syafi’i yang mengatakan:
Sabar yang baik, hal terdekat dengan kelapangan
Siapa menjaga (hak) Allah dalam berbagai perkara, bakal selamat
Siapa membenarkan Allah, tak akan menimpanya kesusahan
Siapa yang berharap kepadaNya, bakal ada harapan (jalan keluar)

Untuk itu saudaraku, apapun cobaan, kesulitan, ujian yang menimpa, yakinlah kemudahan dan jalan keluar pastilah datang. Jangan jadikan sebagai sandungan melainkan sebagai media untuk menebalkan iman dan ketakwaan hanya kepadaNya.

Sajak Untuk Sahabat

Termenung dalam kesendirian
Di bawah redupnya lampu pijar
Teringat sebuah wajah yang teduh
Dengan senyum manis di kedua bibirnya

Setiap perjumpaan dengan dirinya
Akan ada sambutan hangat dari kedua tangannya
Dan salam keluar dari lisannya
Kadang canda tawa ikut meramaikan
Perjumpaan dengannya membuatku tenang
Perpisahan selanjutnya menimbulkan rindu di hati


Yah… kehadirannya selalu ku nanti
Di atas kebenaran ku berjalan bersamanya
Sukaku adalah sukanya
Dukaku pun dukanya

Ku akui dia bukan manusia sempurna
Punya sisi lemah seperti yang lainnya
Kadang berbuat salah padaku, akupun sering
Hingga air mata jatuh membasahi suasana
Tapi kata maaf senantiasa menyertai

Saat aku susah, dia siap membantu
Saat sedih, dia yang menghapus air mataku
Saat sepi, dia datang menemani
Saat bahagia, dia yang mengingatkan untuk bersyukur
Saat kaki ini salah dalam melangkah
Nasihat akan keluar darinya membawaku kembali

Dia sangat berarti untukku
Untuk dunia dan akhiratku

Yah… dialah sahabatku
Dialah teman sejatiku
Dialah saudaraku karena Allah
Semoga ukhuwah ini tetap indah LILLAH


Makassar, 11 Rajab 1431 H
Sesaat setelah berjumpa dengannya, sahabatku

Catatan Kecil Untukmu...

Wahai saudaraku… Apabila Allah mencintai seseorang, Allah akan mengujinya. Siapa yang meridhoinya, pasti Allah pun akan meridhionya. Dan barangsiapa yang tidak suka menerimanya, pasti akan mendapatkan murka-Nya.

Ketahuilah… Orang yang paling berat menerima cobaan adalah para nabi dan Rasul, kemudian diikuti dengan yang setingkat di bawahnya, diikuti lagi yang setingkat di bawahnya, dan seterusnya. Seseorang akan mendapat cobaan sesuai dengan kadar ketaatannya. Semakin kuat agamanya, cobaan yang diterimanya semakin berat. Begitupun dengan sebaliknya, semakin lemah agamanya, cobaan yang diterimanya lebih ringan. Seorang hamba akan terus mendapatkan cobaan sehingga ia berjalan di muka bumi ini dengan tanpa dosa sedikitpun.


Sungguh menakjubkan kehidupan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin saja. Ketika ia mengalami kegembiraan maka ia akan bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Bila ia tertimpa musibah, ia akan bersabar, dan itu juga menjadi kebaikan baginya.

Sungguh menakjubkan kehidupan seorang mukmin. Ia mempunyai cara sendiri untuk menata hatinya. Meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan. Saat mendapat musibah mungkin air matanya menetes, tapi hatinya meyakini bahwa apa yang telah ditetapkan Allah adalah yang terbaik baginya.

Fisiknya mungkin lelah dan pikirannya mungkin penat tapi sekali lagi tidak dengan hatinya yang terus yakin bahwa Allah mengujinya sebagai tanda kasih sayang kepadanya. Begitulah sejatinya akhlak seorang mukmin yang mulia.

Ketahuilah… bahwa apabila seluruh manusia berkumpul untuk memberikan pertolongan kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikan kecuali sebatas yang telah ditetapkan Allah bagimu. Dan apabila mereka berkumpul untuk mencelakaimu, mereka tidak akan mampu melakukan melainkan sebatas apa yang telah Allah tetapkan atas dirimu.

Seorang mukmin tak ubahnya tanaman kecil yang masih bisa meliuk dengan hembusan angin ke kanan dan ke kiri.

Sang Idola Membuka Topeng

Tapi buka dulu topengmu,
buka dulu topengmu
Biar kulihat warnamu,
kan kulihat warnamu


Masih ingatkan dengan penggalan bait di atas? Yah… penggalan tersebut adalah penggalan lagu yang diciptakan dan dinyanyikan langsung oleh AP. Penyanyi asal bandung ini diidolakan oleh banyak gadis, terbukti beberapa perempuan berparas cantik sempat melabuhkan hatinya di pelabuhan cinta sang vokalis. Bahkan banyak pula pria yang mengungkapkan kekagumannya pada sosok pria tampan ini.

Belakangan ini, vokalis yang bernama lengkap NI ini menjadi artis yang paling santer diperbincangakan masyarakat. Tidak hanya di infotainment, melainkan di siaran-siaran berita TV swasta hingga di media cetak. Bagaimana tidak, kasus skandal video porno “mirip” dirinya dan dua artis cantik papan atas tanah air begitu meresahkan masyarakat. Berawal dari beredarnya dua video porno di dunia maya di mana pelakunya mirip dengan AP, LM, dan CT. Nama mereka kemudian kian melambung, namun bukan karena prestasi mereka di keartisan, melainkan karena perbuatan mereka yang melanggar norma-norma asusila. Siapa yang sangka dari melihat video hot tersebut kemudian melahirkan banyak permasalahan dan pertentangan di masyarakat. Siapa yang harus disalahkan?


Rentetan opini di permukaan kemudian muncul. Ada yang membela dengan alasan koleksi pribadi, tapi tidak sedikit yang mengecam bahkan mencekal tiga artis ini. Ada pula yang mengemukakan belum ada bukti yang jelas yang dapat menyudutkan mereka. Namun timbul pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Bagaimana mungkin dalam satu video terdapat dua orang yang mirip sekaligus? Sangat jarang terjadi. Dan jika memang bukan mereka pelakunya, mengapa mereka harus menghindar dan lari kejaran wartawan? Mengapa seakan ada yang disembunyikan? Jika itu benar koleksi pribadi dan disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab itu bukan berarti melepaskan mereka dari kesalahan, pasalnya CT telah terikat perkawinan dengan pria lain, sementara mereka bertiga tidak ada hubungan suami istri yang sah, sehingga perbuatan mereka adalah PERZINAHAN dan jelas ini dilarang dalam agama Islam, agama mereka dan agama kita…

Akibat yang Muncul
Siapa yang menyangka, peredaran video panas tersebut menimbulkan masalah yang tidak ada habisnya. Tidak hanya kepada para pelaku, namun imbasnya juga dirasakan masyarakat luas. Video mesum tersebut telah meresahkan dan menurunkan nilai moral anak bangsa. Banyak kasus perkosaan oleh laki-laki dewasa hingga remaja SMP yang korbannya adalah perempuan-permpuan tidak berdosa, tanpa terkecuali anak SD yang masih belum mengerti apa-apa. Setelah meminta keterangan mereka, semuanya beralasan melakukan hal tersebut setelah menonton video hot mantan vokalis band ini.

Warnet kemudian menjadi ramai pengunjung dan kasus Video AP ini menjadi pemberitaan yang paling banyak dicari oleh penikmat dunia maya. Wajar saja jika para orang tua khawatir jika anak-anak mereka mencari tahu, menonton hingga terjerumus untuk melakukan hal yang sama dengan sang idola mereka. Siapa yang harus disalahkan?

Skandal video ini betul-betul menyusutkan nilai-nilai moral penerus bangsa. Sungguh sangat disayangkan. Ditambah lagi adanya perseturuan antara para kuasa hukum “pelaku” dengan saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak yang berwajib. Terus terbawa arus. Juga perseturuan antara wartawan dan pihak-pihak yang bersama dengan “pemeran utama” video tersebut. Seakan masalah ini tidak ada habisnya.

Dunia telah membutakan hati mereka
Beginilah jika dunia telah membutakan mereka. Nyanyian “cengeng” yang sering dilagukan dari lisannya telah membentuk pribadi yang “cengeng” pula. Jauh dari nilai-nilai keislaman. Imam Asy-syafi’i (pernah) berkata, “Nyanyian merupakan perkara melalaikan yang dibenci, menyerupai kebathilan. Barangsiapa yang memperbanyaknya maka dia seorang yang bodoh, persaksiannya ditolak.”

Sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud juga berkata: “Nyanyian akan menumbuhkan kemunafikan di dalam hati.”

Harta yang melimpah dan ketenaran membawa ketiga pelaku di dalam video tersebut berada di atas angin, membutakan hati mereka, mana yang benar dan mana yang salah. Dan akhirnya Allah membuka aib mereka. Kesibukan dan kemaksiatan yang hampir tiap detiknya mereka lakukan membuat mereka semakin jauh dari sisi Allah. Na’udzubillah

Sanksi yang mereka terima
Satu pihak mengatakan LM menangis dan mengikhlaskan “fitnah” yang ditujukan pada dirinya. Sang “pemeran utama” dikabarkan kesehatannya menurun menghadapi masalah yang bertubu-tubi menghampirinya. Adanya penolakan dari masyarakat. Pemimpin di beberapa daerah –termasuk daerah asal artis itu sendiri- mencekal kedatangan mereka dalam mengisi acara di daerah bersangkutan. Cemohan. Bahkan rumah mereka sendiri desrbu amuk warga yang memprotes tindakan mereka.

Cahaya-cahaya keartisan mereka kian meredup. Banyak fans kemudian kecewa dengan perbuatan tidak senonoh mereka. Berbagai usaha mereka tersendak. Puluhan kontrak kerja mereka dibatalkan. Mata pencahariaan mereka hilang. Ironis memang. Namun apakah masyarakat yang salah? Tidak! Kita adalah masyarakat beragama, apalagi kita dan mereka adalah umat Islam yang jelas diharamkan perzinahan oleh Allah Azza Wa Jalla. Banyak yang menyayangkan mengapa mereka harus dikucilkan padahal kasus ini belum berakhir di meja hijau. Tapi… begitulah sejatinya bagi mereka para pelaku perbuatan melanggar norma-norma agama.

Benar yang telah diingatkan oleh para salaf untuk menjauhi kemaksiatan dan perbuatan dosa, sebab kemaksiatan dan perbuatan dosa akan memberikan pengaruh negatif pada pelakunya. Salah satunya akan menghalangi pelaku dari rezeki. Telah terbukti dari kasus di atas.

Di luar dari perbuatan zina mereka. Sejak awal sudah begitu banyak kebathilan-kebathilan yang diperbuat. Nyanyian dan musik yang dibawakan nya adalah sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama kita mengenai ini. Membuka dan mempertontonkan aurat yang seharusnya mereka jaga. Bersentuhan dengan bukan mahram. Pacaran. Hingga akhirnya mereka tak mampu untuk menahan diri dari perzinahan.

Sang Idola Sejati
Wahai kaum muslimin… wahai pemuda penerus dakwah ini… apakah pantas untuk kita menjadikan mereka idola? Menjadikan mereka yang dikagumi? Menjadikan mereka yang dirindu-rindukan? Tidakkah cukup peringatan Allah dan fakta-fakta yang terkuak untuk membuka hati dan mata kita?

Selasa, 22 Juni 2010, dini hari sang vokalis yang banyak diidolakan tersebut akhirnya menyerahkan diri ke Mabes Polri setelah majelis hakim menetapkan dirinya sebagai tersangka. Opini yang sebelumnya dia ucapkan untuk membela diri kini tidak berarti lagi. Sungguh dengan perbuatannya ini, ia telah membuka topeng wajahnya yang asli.

Nah… Apa yang bisa menjadikan kita untuk memuji-muji mereka? Sementara mereka sendiri telah menghinakan dirinya…

Sang Idola sejati ialah pada diri manusia yang paling mulia. Paling baik akhlaknya. Paling lembut perbuatannya. Paling indah perangainya. Mendamaikan hati tutur katanya. Dan yang paling dirindukan banyak manusia. Semuanya ada pada diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Penutup para nabi. Benar Firman Allah,
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik (bagimu).” (QS Al-Ahzab: 21)

Wahai saudaraku, bukalah hati kalian. Terimalah kebenaran Islam ini. Dunia hanyalah sementara dan akhirat adalah negeri yang akan kita tuju. Maka jangan bermalas-malasan. Tentu kita semua menginginkan kebahagiaan yang kekal. Merindukan kenikmatan yang ada di Syurga Allah. Namun mungkinkah kita mendapatkan itu jika kita penuh dengan maksiat dan dosa? Mungkinkah kita meraih itu semua jika kita salah dalam mengambil idola sebagai panutan hidup kita? Tidak wahai saudaraku… Tidak… Wallahu a’lam…

Gasis Kecil yang Sholehah

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya. Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak buruk pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.


Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya. Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak buruk pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.

Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang berpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma'ruf dan senantiasa menjaga hijabnya.

Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.

Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:
Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nashrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: "Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!"

Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: "Mama aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam." Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut.

Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: "Sakit ringan di kakiku." Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: "Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah." Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit.

Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.

Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata "Alhamdulillah... alhamdulillah... alhamdulillah." Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: "Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku."

Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!

Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjemah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!

Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.

Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: "Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku."

Kami (aku, suami dan Afnan) pergi untuk pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: "Apakah engkau seorang muslimah?" Dia menjawab: "Tidak."

Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya,karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan memarikannya akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orangtuanya.

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: "Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?" Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: "Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna. " Temanku tersebut berkata: "Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan, Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati."

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!

Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan disisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mangabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.

Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang. Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum.

Dia berkata: "Ummi kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat."
Kukatakan: "(Mimpi) yang baik Insya Allah. "
Dia berkata: "Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi."
Akupun bertanya kepadanya: "Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut."
Dia menjawab: "Aku menyangka, bahwasanya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku."

Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring diatas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: "Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu." Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: "Aku ingin mencium pipimu yang kedua ." Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: "Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah."

Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallaah." Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah." Dan kelurlah rohnya.

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kesturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, kelurgaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillah rabbil 'aalamin.

Belajar dari Kecemburuan Hud-hud

Islam ialah agama yang mulia yang telah diridhoi Allah sebagaimana yang diterangkan dalam al-Qur’an. Islam ialah agama para nabi dan rasul serta umat-umat terdahulu ketika mereka tetap istiqomah dalam koridior kebenaran sesuai perintah nabi mereka. Allah telah memberikan mukjizat kepada Rasulullah yakni al-Qur’an, yang di dalamnya berisi perintah, larangan, kisah-kisah umat terdahulu, dan lainnya.

Salah satu kisah terbaik yang diabadikan dalam al-Qur’an ialah kisah Nabi Sulaiman dengan burung hud-hud. Allah berfirman,

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (An-Naml:22-23)


Berawal dari kesadaran dan kecerdikan yang dimilikinya, hati burung hud-hud tergerak untuk mencari tahu keadaan suatu kaum untuk mengabarkan islam yang mulia ini kepada mereka, dengan lantang dan berani menyuarakan yang haq. Tergerak dari rasa kecemburuan yang bergejolak di dalam hati seekor burung yang tidak senang akan penyimpangan akidah, yang enggan untuk melihat seseorang ruku’, sujud dan tunduk kepada selain Allah.

Pada hakikatnya burung hud-hud ialah makhluk Allah yang beriman kepada-Nya. Tunduk dan bertasbih kepada Allah. Yang tidak mengenal dzat yang dapat disembah kecuali Allah. Fakta terpenting ialah burung hud-hud memiliki ilmu dan kesadaran akan hal yang samar dari sebuah peribadatan yang sejatinya ialah perbuatan yang sia-sia. Penyandaran pada jurang yang akan runtuh. Dan tidaklah burung hud-hud ini melewati suatu kaum yang sesat dan tidak peduli akan keberadaan mereka, serta tidak pula terburu-buru menafsirkan bahwa mereka ialah ummat yang bodoh. Tapi ia mendatangi mereka dan meninggalkannya dengan perlahan dan melaporkannya kepad Nabi Sulaiman.

Yang terpenting ialah rasa kecemburuan, marah, enggan, dan tidak senang yang dimiliki oleh burung hud-hud ini setelah melihat suatu kaum yang telah berbelok dari jalan yang Haq. Maka jika seekor burung yang konon tidak memiliki kecerdasan melebihi manusia mampu untuk melakukan sebuah tindakan untuk perubahan besar, maka sejatinya manusia mampu melakukan lebih dari itu.

Seorang da’I yang lebih mulia dari burung hud-hud harusnya memiliki inisiatif yang lebih baik ketika melihat kondisi ummat sekarang yang kian terpuruk. Hati kita seharusnya tergerak akan realita yang kian memilukan. Bagaimana dengan hati kita???

Habbatussauda'

“Pada Habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali Al-Sam, yaitu maut”
(muttafaq ‘alaih)

Hadits di atas ialah hadits dari abu Hurairah yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim. Habbatussauda’ atau yang dikenal dengan Jintan hitam atau kalau orang bule bilangnya black seed atau bahasa latinnya Nigella sativa Linn ini termasuk rempah-rempah yang telah digunakan pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Lalu apa sih kelebihan dari tumbuhan ini???

Habbatussauda’ ialah jenis rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai obat herbal dan telah terbukti banyak mengobati berbagai penyakit, pun saat perkembangan awal islam tanaman obat ini telah digunakan. Rempah ini berbentuk biji berwarna hitam. Rasanya pahit bukan main, hehehe. Habbatussauda banyak dikenal dengan berbagai nama, diantaranya black seed, black caraway, black seed, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, kaluduru, dll. Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 - 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi.


Sebagai obat rujukan langsung dari Rasulullah ini, habbatussauda’ telah banyak dikenal di berbagai pelosok dunia, ribuan tahun yang lalu telah digunakan di Pakistan dan India, bahkan sekarang terkenal di mata para profesor dunia seperti Profesor El Dakhany dari Microbiologi Research Center, Arabia, Dr Michael Tierra L.A.C.O MD, Pharmachology Research Department Laboratory, Departement Pharmachy King College London, dll. Sayangnya di Indonesia kurang terlalu dikenal…
Hmm…, apa saja sih manfaat dari habbatussauda’…

1. Meningkatkan Fungsi Otak. Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3), Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda’ dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari Collge of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.

3. Menetralkan Racun dalam Tubuh. Racun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda’ mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.

4. Mengatasi gangguan tidur dan/atau stress. Saponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress.

5. Meningkatkan bioaktovitas hormon. Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.

6. Anti Histamin. Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dan Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. enelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin. enelitian lain membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan Dr Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich. Ia melakukan pengujian terhadap 600vorang yang mederita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan 70 % yang mederita alergi terhadap, sebuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (Habbatussauda’). Dalam praktiknya Dr Schleincher memberikan resep habbatussauda’ kepada pasiencyang menderita influenza.

7. Dan kelebihan lainnya, seperti melancarkan air susu ibu, tambahan nutrisi bagi ibu hamil dan bayi, melancarkan sistem pencernaan, dan anti bakteri, anti tumor, dan lainnya.

Kini warisan Rasulullah ini telah banyak diproduksi sebagai obat herbal, seiring dengan banyaknya ketidakpercayaan akan pengobatan modern yang gagal dan menimbulkan berbagai efek samping. Namun segalanya kita kembalikan pada Allah Azza wa Jalla. Wallahu ‘alam

Bercinta dan Bersaudara karena Allah

Ikatan hati tak akan terjadi jika hanya berdasarkan materi. Bersaudara juga tidak akan ada jikalau iman bukanlah penyangganya. Prinsip inilah yang harus dimiliki oleh setiap mereka yang menamakan dirinya muslim, dan prinsip ini yang mesti dimiliki oleh setiap mereka yang bercita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang madani. Bakhan di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa SESAMA MUSLIM ITU ADALAH BERSAUDARA.

“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara keduasaudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujurat:10)

Begitu pula tidak ada yang namanya ukhuwah tanpa adanya taqwa dan tidak ada taqwa tanpa ukhuwah Allah berfirman :
“Teman-teman karib pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa” (QS. Az-Zukhruf:67)


Ukhuwah yang dibina berdasarklan aqidah akan mudah menghancurkan dan meluluhkan segala bentuk kebathilan. Namun apabila benang ukhuwah tidak terajut dengan kuat dan rapih, maka kaum muslimin akan menjadi sasaran empuk buat ummat yang lain dari berbagi kepentingan. Dan ini semua terjadi apabila kita terlalu cinta dunia dan tidak perduli lagi akan perkara akhirat.

Rasulullah bersabda :
“Hampir-hampir ummat lain bersekongkol mengeroyok kalian seperti orang makan yang mengeroyok makanan dari nampan. Seorang bertanya apakah disaat itu kita sedikit wahai Rasulullah? Beliau menjawab:”bahkan kalian banyak tetapi kalian seperti buih banji dan Allah mencabut dari hati-hati musuhmu rasa takut terhadap kalian, lalu Allah memasukkan dihati kalian (penyakit) Wahan, Wahai Rasulullah apakah Wahan itu? Beliau menjawab Cinta dunia dan takut mati” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Rasa ukhuwah akan timbul jika sifat suka mementingkan pribadi dan cinta dunia tersebut disingkirkan dari pribadi muslim. Dan rasa ukhuwah inilah yang menjadi salah satu faktor penyempurnaan keimanan. Rasulullah bersabda:

“ Tidak sempurna iman seseorang hingga ia menginginkan bagi saudaranya apa yang diinginkan untuk dirinya “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagaimanakah cara untuk mewujudkan ukhuwah? Kita akan menyebutkan beberapa hal yang InsyaAllah dapat mengantarkan menuju ukhuwah fillah. Adapun beberaapa metode tersebut antara lain:
1. Iman. Berhukum dengan Al-Qur’an pada setiap persoalan, sebagai way of life [undang-undang hidup dan kehidupan]. Maka hendaklah setiap individu di antara kita berjalan di atas bumi berpedoman pada Al-Qur’an, mewujudkan apa yang dipedomani itu dalam bentuk aktifitas nyata sehingga setiap ucapan yang dikeluarkan dari mulutnya adalah merupakan denyutan qalbu. Jika sudah tercapai maka akan didapati mayoritas individu hidup dengan semangat yang satu dan dengtan nafas yang satu pula.
2. Membudayakan salam.
3. Menyempatkan diri untuk mengujungi saudaranya. Imam Malik dalam kitab “AL-MUWATHTHO” meriwayatkan; berkata nabi bahwa Allah befirman yang artinya: “pasti akan mendapat cintaku orang-orang yang mencintai karena aku, diman keduanya saling berkunjung karena aku dan saling memberi karena aku.”
4. Memenuhi hak-hak saudaranya. Rasulullah bersabda:
“hak seorang muslim atas muslim ada enam, yaitu jika bertemu maka ucapkanlah salam, jika diundang maka penuhilah, jika ia bersin lau mengucapkan “Alhamdulillah” maka do’akanlah dengan “Yarhamukallah”, jika sakit jenguklah ia, dan jika ia meninggal antarkanla [kekubur]." (HR. Muslim)
5. Saling mendo’aka dan memohonkan ampun. Allah berfirman :
“Orang-orang yang datang setelah mereka [Muhajirin dan Anshar], mereka berdo’a : Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati-hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya engkaau maha penyantun lagi maha penyayang”.

Kisah Kasih di Sekolah

Berbicara masa SMA maka akan teringat akan masa-masa yang paling indah, penuh suka-cita, penuh imajinasi, dan pastinya penuh tantangan. Setiap orang yang melaluinya, akan tersenyum atau mungkin merenung ketika membuka kembali lembaran-lembaran kisah semasa putih abu-abu dulu. Yah begitulah masa SMA. Masa di mana emosi seseorang labil, masa mencari jati diri, masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.

Aku yang kini telah menanggalkan seragam putih abu-abu tak bosannya mengenang kembali kisah yang sangat bersejarah dalam hidupku, yang tentunya sulit aku temukan kembali selain saat SMA dulu. Yah bagaimana tidak, saat itulah pertama kalinya aku merasakan getar-getar cinta, perasaan yang membuatku selalu rindu dengan sekolah, perasaan yang selalu menahanku untuk tinggal setelah bel pulang berdering.

Perasaan ini sebenarnya telah dirasakan terlebih dahulu oleh kakakku, saat itu aku masih duduk di SMP. Tampak jelas perubahan pada diri kakakku, perubahan yang tidak menunjukkan dirinya yang dulu, sering pulang telat, pakaian yang tampak lebih rapi, dan terpenting ibadahnya semakin meningkat. Kanapa yah???

Akhirnya ku temukan jawaban saat aku mengalaminya sendiri. Awalnya saat pertama kalinya aku masuk dalam salah satu organisasi di sekolahku. Meskipun anggotanya sedikit, yah wajarlah organisasi ini peminatnya memang tiap tahun sedikit jika dibandingkan dengan organisasi yang lain, apalagi sekolahku yang latar belakang siswanya (hmm… gimana yah???) tapi aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari yang sedikit tersebut.

Saat masih kelas X (kelas 1 –red) aku kurang begitu meminati organisasi, apalagi peringkatku yang lumayan sehingga terkadang menyita banyak waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas. Tapi singkat cerita ssat naik kelas XI aku di amanahkan sebagai ketua dari organisasi tersebut, dan dari sinilah awal perasaan ini muncul. Banyak teman dengan penuh karakter, pengalaman kegiatan hingga bekerja sama dengan siswa SMA lain yang terjun dalam organisasi yang sama, bahkan tidak menurunkan nilai akademikku malahan prestasiku semakin meningkat. Di sinilah aku mulai menemukan banyak perubahan.

ROHIS (kerohanian Islam) adalah organisasi yang menjadi satu-satunya yang ku masuki sampai aku menamatkan studiku di SMA. Di tempat inilah pertama kalinya aku merasakan manisnya hidayah Allah. Bukan Cuma aku, tapi juga teman-teman yang lainnya. Setiap istirahat, saat teman-temanku yang lain sibuk dengan makanan dan canda tawanya, kami (anak rohis –red) menghabiskan waktu luang itu berkumpul di masjid, ada saja yang kami lakukan dan Insya Allah bermanfaaat, aku masih ingat prinsip jama’ah saat itu “isi waktu dhuha kalian dengan kegiatan bermanfaat” itulah yang kemudian mendorong kami merasa terpanggil untuk duduk di rumah Allah di sekolah kami setiap istirahatnya. Waktu istirahat belum cukup, pulang sekolahpun jadi waktu yang tepat untuk kami berkumpul kembali mangambil manfaat satu sama lainnya, mungkin inilah dulu mengapa kakakku sering telat pulang.

ROHIS… di sinilah pertama kali perasaan ini muncul, perasaan yang selalu menarik semangatku sekolah, perasaan yang selalu menahanku untuk cepat pulang, perasaan yang akhirnya ku mengerti lebih dari sekedar cinta semu alias pacaran ala siswa SMA. Di sinilah aku dipertemukan dengan saudara-saudaraku fillah untuk bersama bermusyawarah, bermulazamah, saling mengambil manfaat akhirnya menimbulkan perasaan cinta. Di sinilah kami dibawa untuk bekerja menyampaikan agama Allah –setidaknya- di sekolah kami. Sungguh kenangan yang begitu manis. Semoga perasaan ini yang dimaksudkan oleh Rasulullah dalam sabdanya bahwa salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di bawah naungan-Nya, yaitu dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah…
Akan ada sambutan hangat yang diiringi jabatan tangan saat perjumpaanku dengan mereka saudaraku. Akan ada senyuman yang menyertainya, saling menasihati dalam setiap kesempatan, terkadang canda tawa juga ikut meramaikan, dan kesusahan dirasakan bersama. Meskipun ku akui terkadang ada kesalahpahaman antara kami, namun kata maaf akan senantiasa ikut bersama. Sungguh ku merasakan persaudaraan yang hangat.

Saat yang paling mengasyikkan adalah saat kami berkumpul bermajelis bersama. Masya Allah… bahagianya… waktu itu aku masih ingat, aku dan beberapa temanku belum mempunyai kendaraan pribadi sementara yang lainnya sudah punya, tapi untuk berangkat ke tempat tarbiyah yang lain rela bahkan dengan senang hati berjalan kaki bersama kami yang tidak memiliki kendaraan.

Kini aku telah melanjutkan studi dan kami semua terpisah berbeda universitas, jaraknya memang cukup jauh, dank u akui komunikasi sangat jarang, jarang sekali disebabkan kesibukan masing-masing yang berbeda. Aku tidak tahu bagaimana kondisi mereka sekarang, namun ku tetap berdoa semoga kami tetap istiqomah meskipun berbeda tempat belajar. Saudaraku… ana uhibbukumfillah…

Ketika Dunia Menjadi Tujuan

Hidup ibarat roda yang terus berputar. Suatu saat kita di atas namun di saat yang lain kita terjatuh. Seiring dengan berhembusnya angin akan menyisahkan kader-kader pilihan yang tangguh dan mengeliminasi siapa saja yang tak mampu bertahan. Sudah menjadi sunnatullah, hidup ini akan menyisahkan dua pilihan, keselamatan atau kesengsaraan. Kemenangan atau kekalahan, dan kesuksesan dan kegagalan, karena hidup tercipta berpasang-pasangan.

Begitupun dengan keimanan dan ketaqwaan setiap insan, keislamannya akan dipertaruhkan di panggung sandiwara. Sekali lagi hanya akan menyisahkan orang-orang yang berpegang teguh di jalan Allah –merekalah orang-orang yang berntung- namun sebagiannya jatuh dalam lembah kenistaan.

“Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhan-Nya, dan mereka itulah orang-orang yang berntung.” (QS. Al-Baqarah [2]: 5)

Tanpa terkecuali dengan negeri ini, panggung politiknya dilakoni oleh orang-orang yang penuh karakter dan latar belakang yang berbeda. Patut disyukuri –meskipun tidak dibenarkan dalam Islam- mulai muncul partai-partai politik berlatar belakang Islam. Cukup untuk menyampaikan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang islami dan mengimbangi perkembangan kaum kuffar yang juga terjun dalam bidang yang sama. Meskipun hati ini bimbang, tapi yah Negara kita bukanlah Negara Islam –hanya berpenduduk muslim terbanyak- sehingga kita mengambil mudharat yang lebih kecil.

Perkembangan kemudian memberikan simpati yang sangat besar di kalangan masyarakat khususnya kaum muslimin kepada partai yang menjadikan dirinya bertujuan untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan ini, tentunya dalam koridor keislaman (katanya… -red). Selanjutnya hari berganti hari mengantarkan partai “islami” ini pada salah satu dari lima partai besar di negeri ini. Sungguh membanggakan, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai derajat –yang bagi politikus- patut diperhitungkan.

Banyak pertanyaan yang timbul kemudian hari? Entah dari lawan atau pun dari intern sendiri mengenai perkembangan ini. Tapi sekali lagi semua itu muncul karena kebanggaan yang amat sangat dari partai padi berbulan sabit ini. Kegiatan-kegiatan dan orientasinya seakan menjawab semua pertanyaan akan kesuksesan tersebut. Selain dengan kualitas kadernya tidak diragukan lagi, orientasi keislaman mereka memikat banyak hati kaum muslimin, mulai dari peduli lingkungan dan sesama, semangat da’wah untuk menghasilkan kader yang berkualitas, sampai pada aspirasi kepada penderitaan saudara kita di Palestina sana.

Sungguh sangat disayangkan ketika nilai-nilai itu sedikit demi sedikit terkikis oleh pribadi mereka sendiri. Saat pemilihan umum silam, ketika pilihan yang banyak disayangkan oleh simpatisannya malah ditangkas dengan santai oleh kalangan pimpinan mereka sendiri, “Apa artinya selembar kain untuk memajukan negeri ini?” kurang-lebih (afwan…) beginilah kalimat ketika dilontarkan pertanyaan mengenai jilbab salah orang penting dikalangan mereka. Tidakkah mereka tahu kalau jilbab itu WAJIB??? Miris memang… tapi yah… hati ini sudah terlanjur kecewa…

Belum cukup sampai di sini, saat baru saja kader-kader mereka menyampaikan aspirasinya di jalan-jalan demi kemerdakaan Palestina, lagi-lagi hati kembali dikecewakan oleh putusan kalangan pemimpin mereka yang ingin menjadikan partainya menjadi PARTAI TERBUKA… sungguh Partai Kacau Sekali… bahkan salah satu kader terbaik mereka mengatakan, “Sebenarnya partai ini sudah lama membuka peluang besar kepada selain muslim untuk bergabung di dalam. Misalnya pada pemilihan kemarin, ada caleg non-muslim di Papua dari partai mereka. Dan memang partai ini tidak sepenuhnya partai Islam” (dengan redaksi sendiri tanpa mengubah maksud dan tujuan pembicara asli) What??? Bukan partai Islam??? Non-muslim dapat bergabung bahkan jadi caleg??? Astaghfirullah… di mana ilmu-ilmu syar’I mereka saat di ma’had dulu???

Peringatan Allah dalam Al-Qur’an
Waw… waw… waw… tidakkah mereka membaca Firman Allah,
“dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepadamu (Muhammad) hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah [2] : 120)

Lantas bagaimana mungkin mereka menaruh amanah kepemimpinan ummat dan perwakilan kepada kaum kuffar, kaum yang jelas-jelas Allah telah menggambarkan kemunafikan dan permusuhan mereka kepada kita kaum muslimin?

Bukankah Allah telah melarang hamba-Nya untuk menjadikan mereka pemimpin dan teman setia?
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesunggunya Allah tidak memerikan petujunk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maa’idah [5] : 51)

Apa yang diharapkan?
Lantas apa lagi yang kita harapkan dari mereka? Bagaimana mungkin persoalan ummat kita serahkan kepada kaum yang tidak beriman kepada Allah? Bagaimana bisa kita berbagi dengan mereka yang mereka sendiri enggan berbagi bahkan mebenci kita? Bukankah kita memang seharusnya mebenci mereka? Bagaimana dengan al Wala’ wa al Bara kita? Astaghfirullah…

Biarkan mereka menjawab! Biarkan mereka yang berdasi, alumnus ma’had terkemuka serta berwawasan luas menjawab pertanyaan itu semua! Tapi sungguh malang nasib negeri ini. Ketahuilah wahai saudaraku… beginilah jika dunia telah menjadi tujuan, dunia menjadi obsesi, visi dan misi, telah membutakan hati-hati pelakon panggung sandiwara, menjauhkan dari nilai-nilai keislaman, dan yang pasti ada tujuan dibalik ini semua. Tapi ketahuilah… Islam akan tetap jaya namun bukan dengan obsesi mereka tersebut! Sungguh hati ini kecewa…

Dibalik Pengharaman Babi

Babi… hewan yang berasal dari daratan eursia ini kini banyak diternakkan di penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Tekstur daging dan rasanya yang nikmat membuat hewan satu ini banyak dicintai para penjelajah kuliner. Menurut sebagian orang yang telah memakannya, bahkan warga Eropa dan Amerika menjadikannya makanan pokok, mengatakan rasanya begitu mantap di lidah. Lantas apakah dengan rasanya yang dapat menggoyang lidah lantas kita dapat ikut-ikutan memakannya? Dalil-dalil yang meriwayatkan akan haramnya babi telah banyak diketahui oleh umat Islam bahkan non-Islam pun demikian. Allah berfirman dalam kitab-Nya,

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidk ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. [2] : 173)

Dari ayat di atas jelas bahwa daging babi hukumnya haram untuk dimakan. Bukan Cuma ayat di atas yang menjelaskan keharaman daging hewan berhidung leper ini. Firman Allah dalam ayat yang lain, seperti surah [3] : 5, surah [6] : 145, [16] : 115 pun menyatakan hal yang sama.

Hikayat akan Keharaman Babi
Suatu ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi perancis. Kemudian merek bertanya mengenai pengharaman babi dala Islam. Mereka berkata, “Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena mereka memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing-cacing pita, bakteri dan mikroba lainnya?”

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawabnya, kemudian dengan kecerdikannya beliau meminta kepada mereka untuk disediakan dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina, serta dua ekor babi jantan dan satu ekor babi betina.

Mereka kemudian memenuhi permintaan beliau. Kemudian sang Imam memerintahkan untuk mengurung dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina ke dalam satu kandang, dan yang terjadi kedua ayam jantan tersebut berkelahi dan saling membunuh untuk medapatkan betina untuk dirinya sendiri, hingga salah satunya mati. Beliau memerintahkan mengurung kedua ayam tersebut.

Kejadian ini sesuai dengan fitrah dan kodrat manusia sebagai ciptaan Allah.
Hal yang sama diberlakukan pada babi. Dan menariknya, kedua babi jantan tersebut tidak saling berkelahi untuk memperebutkan babi betina, justru yang dilakukan keduanya malah menyetubuhi babi betina beramai-ramai, bahkan terjadi hubungan homoseksual antara kedua babi jantan tersebut setelah bersama dengan babi betina. Hal inilah yang ditakutkan kepada umat Islam untuk ikut-ikutan jika memakan dagingnya.

Babi dalam Pandangan Sains
Banyak penyakit yang dapat ditimbulkan oleh hewan ini, antara lain Anthrax, Ascaris suum, Botulism, Brucella suis, Cryptosporidiosis, Entamoeba polecki, Erysipelothrix shusiopathiae, Flavobacterium group IIb-like bacteria, Influenza, Leptospirosis, Pasteurella aerogenes, dan masih banyak lagi…

Selain itu banyak konsumen yang mengeluh sering timbul bau pesing pada daging babi. Menurut penelitian ilmia, haltersebut disebaban karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging.

Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal. Secara struktur kimia, lemak punggung mudah mengalami oxidative rancidity sehingga strukturnya sudahtidak layak konsumsi. Daging babi pun sangat sulit dicerna, walaupun kelihatannya teksturnya lembut, enak dan lezat, tapi dagingnya dapat menyebabkan pengerasan pembuluh nadi, naiknya tekanan darah dan nyeri pada dada yang mencekam.

Bukan hanya itu, babi adala hewan yang kerakusannya tidak ada yang menandingi. Ia akan memakan semua yang ada dihadapannya. Jika perutnya telah penuh, maka ia akan memuntahkan makanannya tadi kemudian memakannya lagi, begini terus untuk memuaskan karakusannya. Bahkan ia memakan kotoran dihadapannya, entah kotoran manusia, kotoran hewan, bahkan kotorannya sendiri.

Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1986 di dua Negara, Cina dan Swedia, menyatakan bahwa Penyebab utama dari kanker anus dan kolon adalah babi”. Penelitian ini bahkan menyatakan bahwa peningkatan penderita kanker anus semakin pesat tiap tahunnya, terutama di Negara-negara yang mengkonsumsi babi, seperti di Eropa, Amerika, Cina dan India. Sedangkan di Negara-negara Islam sangat kecil, perbandingannya hingga 1/1000.

Dalam Islam telah diajarkan bahwa penyembelihan hewan harus dengan nama Allah dan disembelih pada leher hewan dan membiarkan organ lainnya tetap utuh. Ini dimaksudkan agar hewan mati karena kehabisan darah, sebab jika hewan mati karena kerusakan pada salah satu organ vitalnya maka hewan tersebut akan membiarkan darahnya begitu saja hingga menggumpal dan mati, akibatya darahnya tetap merembes dan mengotori daging. Dan tahukah anda bahwa babi tidak dapat disembelih lehernya? Karena anatomi awalnya yang tidak memiliki leher?

Peringatan buat Umat Islam
Penemuan-penemuan di atas hanyalah penambah dan pembuktian dari hukum Allah yang pada dasarnya mengharamkan babi. Ilmu sains yang telah dipaparkan sebelumnya hanya menjadi pelengkap saja. Sebagai umat Islam yang beriman maka sudah menjadikewajiban bagi kita untuk menghindari semua larangan Allah, termasuk dalam makanan.
Di luar dari alasan logis di atas bahwa babi tidak hanya meninggalkan penyakit bagi yang mengkonsumsinya, namun sekarang orang yang tiak pernah menyentuhnya pun ikut kena imbasnya. Ini membuktikan bahwa kita memang harus mengindari larangan Allah dan menjalankan perintah-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Semoga kita tetap istiqomah. Amiin…

Senjata Ampuh Pengusir Sedih

Hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara. Sutradaranya ialah Allah sang Pencipta dan aktornya ialah kita ini. Hidup diciptakan berdampingan dengan masalah. Ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Sebagian manusia mengakhirinya dengan sebuah penyesalan. Keluhan pun jadi tempat pelampiasan. Mungkin kita salah satunya…

“Berkali-kali aku mencoba untuk bertaubat dan ingin mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tetap saja aku tidak mampu dan kembali lagi jatuh dalam lembah kemaksiatan.”
Keluhan seperti inilah yang sering terlontar, bahkan menjadi sebuah oenyakit yang menjangkit ke lerung hati yang dalam. Tentu kita tidak ingin membiarkan keadaan ini larut begitu saja. Untuk itu, kami pernah membaca satu buku yang menawarkan dua senjata ampuh sebagai penawarnya. Semoga bemanfaat.

Senjata pertama
Senjata ini ialah ibada yang paling mudah, tidak membutuhkan waktu yang banyak,tempat yang luas, bahkan tidak perlu wudhu sebelumnya, dan wanita yang sedang datang bulan [un dapat melakukannya. Apalagi kalau bukan DZIKIR…

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan meyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab: 41)

“Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Ahzab: 35)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), mka berteguhhatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS al-Anfal: 45)

Ibadah ini menurut firman Allah di atas, dilakukan sesering mungkin, karena pada dasarnya dzikir adalah “tidak lupa” alias “ingat”. Mungkinkah kita bias mengatakan bahwa begini carabedzikir yang benar, padahal kita mengingat Allah hanya sedikit, sebentar saja?

Keutamaan Berdzikir
“karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…” (QS [2] : 152)
Menakjubkan bukan, dengan mengingat Allah, maka Allah pun mengingat kita. Bukankah ini nikmat yang begitu agung.

Bukan hanya itu, perhatikan petikan sabda Rasulullah berikut,
“…Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waw… jika seandainya kita mengidolakan seseorang lantas kita mengetahui bahwa ia selalu mengingat kita bahkan menyebut nama kita tentunya kita akan begitu senang. Nah bagaimana ketika Allah Pemilik langit dan bumi beserta isinya ini yang menyebut-nyebut nama kita?

Tidak hanya itu, dalam riwayat yang lain pun Allah akan membandingkan hamba-Nya yang senantiasa berdzikir kepada-Nya dengan para malaikat-Nya.
“Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan yang tidak ingat dengan Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Nah, apakah kamu ingin termasuk dalam orang hidup atau tidak lebih dari mayat yang berjalan?

Senjata Kedua
Tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak memiliki kepentingan, urusan, atau kebutuhan. Tuntutan pelajaran, pekerjaan, teman yang tidak cocok, masalah keuangan, dan lainnya. Dan tentunya kita semua mengharapkan penyelesaian dari setiap masalah tersebut. Maka solusi yang terbaik ialah BERDOA meminta petunjuk kepada Allah Azza wa Jalla. Simaklah firman Allah berikut ini,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS [2] : 186)

Keutamaan Doa
Bukankah al-Qur’an dibuka dengan surah al-Fatihah yang berisi doa agar kita ditunjuki dengan jalan yang lurus? Dan ditutup dengan surah an-Nas yang pun berisi doa perlindungan dari kejahatan bisikan syaitan, jin, dan manusia. Maka tidak diragukan lagi bahwa al-Qur’an dibuka dan ditutup dengan doa.

Rasulullah juga bersabda,
“Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.” (Shahih Ibnu Hibban, 3/151)
“Siapa yang tidak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan murka kepadanya.”…….. (HR. Ahmad)

Dari hadits di atas bahwa diketahui doa adalah ibadah yang dicintai Allah, dan Allah pun cinta kepada hamba-Nya yang berdoa, karena Allah murka kepada hamba-Nya yang tidak mau berdoa.

Dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda, “Ibadah yang paling afdhal adalah doa” (HR. Hakim dinyatakan hasan oleh Al-Albani)

Orang yang enggan berdoa adalah orang yang lemah, sebagaimana sabdanya, “Selemah-lemah manusia adalah yang lemah dalam berdoa, dan sepelit-pelit manusia ialah yang pelit member salam.” (Shahih Ibnu Hibban, no.4498)

Doa-doa mereka yang Dikabulkan
Pernahkah kamu mendengar kisah nabi Nuh yang berdoa kepada Rabbnya sebagaimana yang tertera dalam (QS al-Qamar: 10) kemudian Allah menjawab doanya dalam (QS al-Qamar:11-14). Inilah kisah menakjubkan ketika nabi nuh mengadu kepada Allah lantas Allah memenangkannya dan menyelamatkan beserta kaumnya.

Demikian pula kisah nabi ayyub yang sembuh dari penyakit atas izin Allah melalui doa yang dipanjatkan beliau (lihat QS al-Anbiya’: 83-84) serta kisah nabi yunus yang terus berdoa ketika berada dalam perut ikan dan Allah kemudian menyelamatkannya (lihat QS al-Anbiya’: 87-88).

Simak pula kisah terkenal sahabat yang mulia Abu Mu’allaq. Anas Radhiyallahu “Anhu meriwayatkan suatu kisah. Suatu ketika ia berada dalam perjalanan kemudian ia dihadang oleh perampok bersenjata.
“Letakkan bawaanmu karena aku akan membunuhmu.” Bentak perampok tersebut. “Mengapa kamu mau membunuhku dan tidak menginginkan hartaku?” tanya Abu Mu’allaq. Kemudian permapoknya berkata, “Karena harta yang kamu bawa itu memang sudah akan menjadi milikku, maka aku ingin membunuhmu.”. beliau lalu menjawab, “tetapi sebelum kamu membunuhku, ijinkan aku untuk shalat empat rakaat terlebih dahulu.” Kemudian di sujudnya terakhir, ia berdoa,

“Wahai Zat Yang Maha Kasih, Pemilik ‘Arsy yang agung. Wahai Zat yang sanggup berbuat sekehendak-Nya. Demi Keagungan dan Kekuasaan-Mu yang tak terbatas, dan demi cahaya-Mu yang meliputi Arsy-Mu, aku memohon kepada-Mu untuk menghindarkan diriku dari kejahatan perampok ini. Wahai Zat yang Maha Penolong, tolonglah hamba.” Ia mengulangi doa ini tiga kali.

Tiba-tiba muncullah seorang penunggang kuda dengan sebilah pisau terhunus di tangannya. Seketika sebelum si perampok mampu berbuat banyak, si penunggang kida menusuknya dan matilah perampok tersebut. Lihatlah betapa dahsyatnya doa seorang sahabat.

Mungkin sebagian dari kita berkata bahwa kisah di atas ialah kisah orang-orang shaleh seperti para nabi dan sahabat sehingga doanya terkabul. Namun simaklah perkataan sahabat mulia Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah “Jangan takut bahwa Allah tidak akan mengabulkan doamu karena Dia mengetahui kejelekan yang ada padamu, sebab Dia telah mengabulkan doa dari makhluknya yang paling jelek, yaitu iblis terlaknat, ketika iblis berkata,
“Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” (QS al-A’raf: 14)
Allah pun mengabulkannya dan berfirman,
“Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS al-A’raf: 15)
Nah, sekarang apalagi yang membuatmu ragu untuk berdoa? Apakah kamu merasa lebih jelek dan lebih buruk dari iblis?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons