Termenung dalam kesendirian
Di bawah redupnya lampu pijar
Teringat sebuah wajah yang teduh
Dengan senyum manis di kedua bibirnya
Setiap perjumpaan dengan dirinya
Akan ada sambutan hangat dari kedua tangannya
Dan salam keluar dari lisannya
Kadang canda tawa ikut meramaikan
Perjumpaan dengannya membuatku tenang
Perpisahan selanjutnya menimbulkan rindu di hati
Yah… kehadirannya selalu ku nanti
Di atas kebenaran ku berjalan bersamanya
Sukaku adalah sukanya
Dukaku pun dukanya
Ku akui dia bukan manusia sempurna
Punya sisi lemah seperti yang lainnya
Kadang berbuat salah padaku, akupun sering
Hingga air mata jatuh membasahi suasana
Tapi kata maaf senantiasa menyertai
Saat aku susah, dia siap membantu
Saat sedih, dia yang menghapus air mataku
Saat sepi, dia datang menemani
Saat bahagia, dia yang mengingatkan untuk bersyukur
Saat kaki ini salah dalam melangkah
Nasihat akan keluar darinya membawaku kembali
Dia sangat berarti untukku
Untuk dunia dan akhiratku
Yah… dialah sahabatku
Dialah teman sejatiku
Dialah saudaraku karena Allah
Semoga ukhuwah ini tetap indah LILLAH
Makassar, 11 Rajab 1431 H
Sesaat setelah berjumpa dengannya, sahabatku


Jumat, Juni 25, 2010
Abu 'Abdillah
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar