Sajak Untuk Sahabat

Termenung dalam kesendirian
Di bawah redupnya lampu pijar
Teringat sebuah wajah yang teduh
Dengan senyum manis di kedua bibirnya

Setiap perjumpaan dengan dirinya
Akan ada sambutan hangat dari kedua tangannya
Dan salam keluar dari lisannya
Kadang canda tawa ikut meramaikan
Perjumpaan dengannya membuatku tenang
Perpisahan selanjutnya menimbulkan rindu di hati


Yah… kehadirannya selalu ku nanti
Di atas kebenaran ku berjalan bersamanya
Sukaku adalah sukanya
Dukaku pun dukanya

Ku akui dia bukan manusia sempurna
Punya sisi lemah seperti yang lainnya
Kadang berbuat salah padaku, akupun sering
Hingga air mata jatuh membasahi suasana
Tapi kata maaf senantiasa menyertai

Saat aku susah, dia siap membantu
Saat sedih, dia yang menghapus air mataku
Saat sepi, dia datang menemani
Saat bahagia, dia yang mengingatkan untuk bersyukur
Saat kaki ini salah dalam melangkah
Nasihat akan keluar darinya membawaku kembali

Dia sangat berarti untukku
Untuk dunia dan akhiratku

Yah… dialah sahabatku
Dialah teman sejatiku
Dialah saudaraku karena Allah
Semoga ukhuwah ini tetap indah LILLAH


Makassar, 11 Rajab 1431 H
Sesaat setelah berjumpa dengannya, sahabatku

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons