Senjata Ampuh Pengusir Sedih

Hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara. Sutradaranya ialah Allah sang Pencipta dan aktornya ialah kita ini. Hidup diciptakan berdampingan dengan masalah. Ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Sebagian manusia mengakhirinya dengan sebuah penyesalan. Keluhan pun jadi tempat pelampiasan. Mungkin kita salah satunya…

“Berkali-kali aku mencoba untuk bertaubat dan ingin mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tetap saja aku tidak mampu dan kembali lagi jatuh dalam lembah kemaksiatan.”
Keluhan seperti inilah yang sering terlontar, bahkan menjadi sebuah oenyakit yang menjangkit ke lerung hati yang dalam. Tentu kita tidak ingin membiarkan keadaan ini larut begitu saja. Untuk itu, kami pernah membaca satu buku yang menawarkan dua senjata ampuh sebagai penawarnya. Semoga bemanfaat.

Senjata pertama
Senjata ini ialah ibada yang paling mudah, tidak membutuhkan waktu yang banyak,tempat yang luas, bahkan tidak perlu wudhu sebelumnya, dan wanita yang sedang datang bulan [un dapat melakukannya. Apalagi kalau bukan DZIKIR…

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan meyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab: 41)

“Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Ahzab: 35)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), mka berteguhhatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS al-Anfal: 45)

Ibadah ini menurut firman Allah di atas, dilakukan sesering mungkin, karena pada dasarnya dzikir adalah “tidak lupa” alias “ingat”. Mungkinkah kita bias mengatakan bahwa begini carabedzikir yang benar, padahal kita mengingat Allah hanya sedikit, sebentar saja?

Keutamaan Berdzikir
“karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…” (QS [2] : 152)
Menakjubkan bukan, dengan mengingat Allah, maka Allah pun mengingat kita. Bukankah ini nikmat yang begitu agung.

Bukan hanya itu, perhatikan petikan sabda Rasulullah berikut,
“…Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waw… jika seandainya kita mengidolakan seseorang lantas kita mengetahui bahwa ia selalu mengingat kita bahkan menyebut nama kita tentunya kita akan begitu senang. Nah bagaimana ketika Allah Pemilik langit dan bumi beserta isinya ini yang menyebut-nyebut nama kita?

Tidak hanya itu, dalam riwayat yang lain pun Allah akan membandingkan hamba-Nya yang senantiasa berdzikir kepada-Nya dengan para malaikat-Nya.
“Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan yang tidak ingat dengan Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Nah, apakah kamu ingin termasuk dalam orang hidup atau tidak lebih dari mayat yang berjalan?

Senjata Kedua
Tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak memiliki kepentingan, urusan, atau kebutuhan. Tuntutan pelajaran, pekerjaan, teman yang tidak cocok, masalah keuangan, dan lainnya. Dan tentunya kita semua mengharapkan penyelesaian dari setiap masalah tersebut. Maka solusi yang terbaik ialah BERDOA meminta petunjuk kepada Allah Azza wa Jalla. Simaklah firman Allah berikut ini,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS [2] : 186)

Keutamaan Doa
Bukankah al-Qur’an dibuka dengan surah al-Fatihah yang berisi doa agar kita ditunjuki dengan jalan yang lurus? Dan ditutup dengan surah an-Nas yang pun berisi doa perlindungan dari kejahatan bisikan syaitan, jin, dan manusia. Maka tidak diragukan lagi bahwa al-Qur’an dibuka dan ditutup dengan doa.

Rasulullah juga bersabda,
“Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.” (Shahih Ibnu Hibban, 3/151)
“Siapa yang tidak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan murka kepadanya.”…….. (HR. Ahmad)

Dari hadits di atas bahwa diketahui doa adalah ibadah yang dicintai Allah, dan Allah pun cinta kepada hamba-Nya yang berdoa, karena Allah murka kepada hamba-Nya yang tidak mau berdoa.

Dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda, “Ibadah yang paling afdhal adalah doa” (HR. Hakim dinyatakan hasan oleh Al-Albani)

Orang yang enggan berdoa adalah orang yang lemah, sebagaimana sabdanya, “Selemah-lemah manusia adalah yang lemah dalam berdoa, dan sepelit-pelit manusia ialah yang pelit member salam.” (Shahih Ibnu Hibban, no.4498)

Doa-doa mereka yang Dikabulkan
Pernahkah kamu mendengar kisah nabi Nuh yang berdoa kepada Rabbnya sebagaimana yang tertera dalam (QS al-Qamar: 10) kemudian Allah menjawab doanya dalam (QS al-Qamar:11-14). Inilah kisah menakjubkan ketika nabi nuh mengadu kepada Allah lantas Allah memenangkannya dan menyelamatkan beserta kaumnya.

Demikian pula kisah nabi ayyub yang sembuh dari penyakit atas izin Allah melalui doa yang dipanjatkan beliau (lihat QS al-Anbiya’: 83-84) serta kisah nabi yunus yang terus berdoa ketika berada dalam perut ikan dan Allah kemudian menyelamatkannya (lihat QS al-Anbiya’: 87-88).

Simak pula kisah terkenal sahabat yang mulia Abu Mu’allaq. Anas Radhiyallahu “Anhu meriwayatkan suatu kisah. Suatu ketika ia berada dalam perjalanan kemudian ia dihadang oleh perampok bersenjata.
“Letakkan bawaanmu karena aku akan membunuhmu.” Bentak perampok tersebut. “Mengapa kamu mau membunuhku dan tidak menginginkan hartaku?” tanya Abu Mu’allaq. Kemudian permapoknya berkata, “Karena harta yang kamu bawa itu memang sudah akan menjadi milikku, maka aku ingin membunuhmu.”. beliau lalu menjawab, “tetapi sebelum kamu membunuhku, ijinkan aku untuk shalat empat rakaat terlebih dahulu.” Kemudian di sujudnya terakhir, ia berdoa,

“Wahai Zat Yang Maha Kasih, Pemilik ‘Arsy yang agung. Wahai Zat yang sanggup berbuat sekehendak-Nya. Demi Keagungan dan Kekuasaan-Mu yang tak terbatas, dan demi cahaya-Mu yang meliputi Arsy-Mu, aku memohon kepada-Mu untuk menghindarkan diriku dari kejahatan perampok ini. Wahai Zat yang Maha Penolong, tolonglah hamba.” Ia mengulangi doa ini tiga kali.

Tiba-tiba muncullah seorang penunggang kuda dengan sebilah pisau terhunus di tangannya. Seketika sebelum si perampok mampu berbuat banyak, si penunggang kida menusuknya dan matilah perampok tersebut. Lihatlah betapa dahsyatnya doa seorang sahabat.

Mungkin sebagian dari kita berkata bahwa kisah di atas ialah kisah orang-orang shaleh seperti para nabi dan sahabat sehingga doanya terkabul. Namun simaklah perkataan sahabat mulia Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah “Jangan takut bahwa Allah tidak akan mengabulkan doamu karena Dia mengetahui kejelekan yang ada padamu, sebab Dia telah mengabulkan doa dari makhluknya yang paling jelek, yaitu iblis terlaknat, ketika iblis berkata,
“Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” (QS al-A’raf: 14)
Allah pun mengabulkannya dan berfirman,
“Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS al-A’raf: 15)
Nah, sekarang apalagi yang membuatmu ragu untuk berdoa? Apakah kamu merasa lebih jelek dan lebih buruk dari iblis?

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons