
Mengenang kembali serpihan-serpihan episode lalu
Ketika pertama kalinya kedua bibir menyapa
Walau saat itu rasa malu menguasai
Menjawab sekadar mencairkan suasana
Sosok sederhana itu
Entah harus memulai darimana menggambarkan dirinya
Matanya yang bening sebening embun di ujung surya
Darinya terpancar sejuta kebaikan
Bulir-bulir keringat itu jadi saksi betapa lembutnya sang pemilik hati
Sekejap lenyap sejuta gusar saat menatap teduh wajahnya
Entah kepada pelabuhan beruntung manakah kan dilabuhkan pelayarannya
Kini baru ku sadar betapa mudahnya ia dicinta
Andai waktu dapat disimpan dalam saku
Alis tebal itu…
Ia yang ku cinta
Sebab tanpa malu ia memanggilku “Sahabatku”
Dikolong langit serambi madinah, 27/2/13
Menyusuri keheningan malam dengan nada sms darinya


Rabu, Februari 27, 2013
Abu 'Abdillah
Posted in: 