Alis Tebal Itu...



Mengenang kembali serpihan-serpihan episode lalu
Ketika pertama kalinya kedua bibir menyapa
Walau saat itu rasa malu menguasai
Menjawab sekadar mencairkan suasana

Sosok sederhana itu
Entah harus memulai darimana menggambarkan dirinya
Matanya yang bening sebening embun di ujung surya
Darinya terpancar sejuta kebaikan
Bulir-bulir keringat itu jadi saksi betapa lembutnya sang pemilik hati
Sekejap lenyap sejuta gusar saat menatap teduh wajahnya
Entah kepada pelabuhan beruntung manakah kan dilabuhkan pelayarannya

Kini baru ku sadar betapa mudahnya ia dicinta
Andai waktu dapat disimpan dalam saku

Alis tebal itu…
Ia yang ku cinta
Sebab tanpa malu ia memanggilku “Sahabatku”


Dikolong langit serambi madinah, 27/2/13
Menyusuri keheningan malam dengan nada sms darinya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons