Jangan pernah merendahkan seseorang karena masa lalunya, sebab siapapun itu pasti pernah melakukan kesalahan di masa silam.
Betapapun besar aib yang pernah diperbuatnya, tidaklah menjadi alasan untuk kita menolak uluran tangannya saat ini.
Berilah kesempatan dan jangan mengingatkannya kembali seperti apa kelamnya ia dahulu. Cukuplah kerasnya usaha yang dilakukannya untuk keluar dari gelap jahiliyahnya, menjadi tanda bahwa ia adalah "orang pilihan". Karena hidayah tidaklah Allah berikan kecuali kepada orang yang dicintainya.
Berhenti menilai seseorang dari masa lalunya. Bukankah dulu sebagian sahabat adalah ahli maksiat, peminum khamr bahkan pelaku kesyirikan? Namun kini mereka adalah generasi terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah peradaban.
Bukankah, khalid bin walid yang dahulu memerangi agama Allah akhirnya pun menjadi "pedang Allah yang terhunus".
Umar bin Khatthab pernah sekali hendak membunuh Rasulullah, kini ia berbaring setia mendampinginya di alam kubur.
Itulah mengapa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya amalan itu bergantung pada akhirnya."
Sebab yang menjadi patokan kesudahan seseorang di akhir hayatnya, bukan bagaimana ia dahulu.
#berani_berhijrah.
Serambi Madinah, 17/02/2016
Untaian Nasihat untuk mereka yang berhijrah. Spesial untuk adikku al-mahbub, Andika, selamat ber-run back to Allah, abaikan semua kata orang yang menghinamu.


Minggu, Juli 16, 2017
Abu 'Abdillah

Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar