DIAM TIDAK SELAMANYA EMAS



Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara.”

Bagian dari kebaikan seseorang adalah selalu memikirkan perkataannya sebelum ia mengucapkannya. Jika baik maka dia keluarkan, jika tidak maka akan ditahannya kemudian diam.

Namun, diam tidak selamanya baik. Diam tidak selamanya emas. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

"Diam TANPA membaca, TANPA berdzikir dan TANPA pula berdoa maka itu bukanlah ibadah, bahkan perbuatan tersebut akan membuka pintu was-was sedangkan menyibukkan diri dengan mengingat Allah maka itu lebih afdhal daripada berdiam diri."

Jadikanlah diam kita benar-benar emas.


Serambi Madinah, 20/1/2016
Memaknai episode demi episode kehidupan dengan diam, memetik hikmah dan akhirnya tersadar betapa hina dina diri di hadapan sang Khalik. Muhtadin Akbar

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons