Siapa sih yang tidak kenal lebah??? Hewan dengan warna coklat dengan ujung tubuh berwarna kuning ini mampu menyediakan kita minuman yang sempurna dengan khasiat yang begitu banyak, yaitu madu.
Serangga yang kita kenal senang hidup berkelompok ini -meskipun tidak semuanya seperti itu- termasuk dalam suku/familia Apidae – ordo Hymenoptera (serangga bersayap selaput). Banyak ditemukan di seluruh benua kecuali antartika. Mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Membangun sarangnya di atas bukit, di pohon kayu, atau di atap rumah. Lantas apa kelebihan makhluk mungil ini???
Sarang yang menakjubkan
Kita mulai dari sarangnya… tak ada yang pernah menyangka kalo lebah ternyata arsitek yang sangat handal dalam membangun rumahnya. Bahkan melebihi kehebatan ahli matematika sejak beberapa tahun silam. Mereka membangun sarangnya dengan sangat teliti dan penuh perhitungan. Di dalamnya terdapat banyak kantung tempat penyimpanan madu berbentuk heksagonal. Pertanyaannya mengapa mereka membangunnya dalam bentuk heksagonal?
Para ahli matematika telah menyelidiki untuk mencari jawaban pertanyaan ini dan jawabannya sangat menarik… “untuk mendapatkan ruang tempat penyimpanan dengan volume luas dan memerlukan bahan yang sedikit untuk membuatnya ialah dengan bentuk heksagonal” jika kita membandingkan dengan bentuk lainnya, misalnya lingkaran maka hasil yang diperoleh akan ada celah-celah kosong yang mengantarainya sehingga madu yang tersimpan lebih sedikit. Jika mereka membangunnya dalam bentuk segitiga atau persegi maka bisa menutupi seluruh areal sarang tanpa ada celah, namun para ahli matematika kemudian menemukan bahwa di antara ketiga bangun tersebut ternyata heksagonallah yang memiliki keliling yang paling kecil. Sehingga kesimpulannya mereka membangun sarang untuk mendapatkan kapasitas yang besar dengan menggunakan bahan bangunan yang kecil… Subhanallah,
Tarian Lebah
Lebah membutuhkan nektar (cairan pada bunga sebelum menjadi madu) untuk makananya. Setiap koloni memiliki lebah pemandu untuk mencari bunga. Penentuan lokasi bunga membutuhkan tarian yang berfungsi untuk memanggil lebah lainnya. Lebah pemandu mulai menari di tengah-tengah sarang dengan menggoyangkan badannya. Sulit dipercaya, tapi gerakan dalam tarian ini memberikan lebah-lebah lain informasi tentang lokasi sumber bunga. Misalnya, jika tarian berupa garis lurus ke arah bagian atas sarang, maka sumber makanan tepat mengarah ke arah matahari. Jika bunga berada pada arah sebaliknya, lebah akan membuat garis ke arah tersebut. Jika lebah menari ke arah kanan, maka ini menunjukkan bahwa sumber bunga berada tepat sembilan puluh derajat ke arah kanan.
Tetapi ada satu pertanyaan, lebah menjelaskan arah tersebut berdasarkan posisi matahari, padahal posisi matahari terus berubah. Setiap empat menit matahari bergeser satu derajat ke barat, faktor yang mungkin menurut anggapan orang diabaikan lebah dalam penentuan arah ini. Tapi, pengamatan menunjukkan bahwa lebah-lebah ini juga memperhitungkan pergerakan matahari. Ketika lebah pemandu memberitahu arah lokasi bunga, dalam setiap empat menit, sudut yang mereka beritahukan juga bertambah satu derajat ke barat. Berkat perhitungan yang luar biasa ini, para lebah tidak pernah tersesat. Lebah pemandu tak hanya menunjukkan arah sumber bunga, tetapi juga jarak ke tempat tersebut. Lama waktu tarian dan jumlah getaran memberi petunjuk kepada lebah-lebah lain tentang jarak ini secara akurat. Mereka membawa perbekalan sari-sari makanan yang sekedar cukup untuk menempuh jarak ini, dan kemudian memulai perjalanan (Harun Yahya).
Keunikan lainnya
Lebah jika dibandingkan dengan lalat akan sangat jauh perbedaannya. Jika kita sering menemukan lalat di tempat-tempat yang kotor, tempat sampah, atau yang berbau busuk, maka kita akan menemukan lebah di tempat yang penuh bunga-bunga dan buah-buahan atau tempat bersih lainnya yang mengandung nektar/sari bunga.
Selain makanannya yang bersih, serangga ini pun akan mengeluarkan hasil dari perutnya minuman yang penuh manfaat untuk kesehatan manusia, apalagi kalau bukan madu. Maka begitulah sejatinya seorang yang beriman. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)
Lebah pun bukanlah makhluk perusak. Mereka tidak akan merusak pohon dan setiap bunga yang dihinggapinya. Tidak mematahkan tangkainya dan tidak pula merobek mahkotanya. Mereka pun hidup dalam koloni, bekerja sama -beramal jama’i-, dan pekerja yang keras.
Sekarang mari kita renungkan akan fakta-fakat menakjubkan ini. Semuanya tak dapat dapat dijelaskan dengan Teori Evolusi Darwin yang mengklaim bahwa kehidupan di bumi terjadi secara kebetulan. Segala keahlian dan kelebihan mereka ialah pemberian Allah, penciptaNYA.
Bukankah Allah telah berfirman,
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl, 16: 68-69)


Jumat, April 16, 2010
Abu 'Abdillah

Posted in: 
1 komentar:
yang ini koq susah bener yah di read more...
Posting Komentar